ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penyerapan Baju Hazmat Tidak Optimal, Nasib Puluhan Ribu Buruh Memprihatinkan

Senin, 27 Juli 2020 | 19:12 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Pekerja memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi atau baju hazmat.
Pekerja memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi atau baju hazmat. (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Buruh PT GA Indonesia, Sri Rezeki mengatakan perusahaan tempat dia bekerja yang memproduksi baju hazmat kini mengalami masalah finansial karena penyerapan produksi baju hazmat oleh Kementerian Kesehatan tidak berjalan dengan baik. Akibatnya pembayaran gaji buruh tersendat yang berdampak pada kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan para buruh.

"Tempat atau perusahaan kami bekerja sudah maksimal memproduksi baju hazmat dengan bekerja 3 shift selama 24 jam sesuai dengan kebutuhan. Tapi kami mendengar penyerapan di kementerian ada yang tidak optimal. Tentunya ini berdampak pada perusahaan yang ujungnya juga kepada kami para buruh," ujar Sri Rezeki kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Sri menyebutkan, di awal-awal pengerjaan baju hazmat banyak pekerjaan dan lancar. Namun anehnya, belum sampai memenuhi target, pihaknya mendengar ada kabar penghentian pembelian.

"Harusnya setiap hari ada pengiriman baju hazmat. Tapi sudah tiga bulan ini sejak awal bulan Mei 2020 tidak ada lagi pengiriman. Malah sampai ada stok 2 juta set baju hazmat di gudang," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Karena barang menumpuk dan pembelian tidak jelas dari Kementerian Kesehatan, Sri khawatir pabrik melakukan keputusan merumahkan puluhan ribu karyawan karena tidak ada kegiatan produksi akibat masih menumpuknya baju hazmat di gudang.

"Itu makanya gaji buruh sudah tertunda, dan bulan ini pasti tertunda lagi. Karena pengiriman dari perusahaan ke kementerian tidak ada kejelasan. Buruh juga butuh kepastian karena ini urusan perut manusia. Kita semua punya keluarga yang wajib dinafkahi. Kalau kondisinya terus begini, saya khawatir para buruh akan melakukan aksi demo karena sulit mencari pekerjaan lain di masa sulit," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon