Krakatau Steel Raih Pinjaman Rp1,89 Triliun
Jumat, 24 Agustus 2012 | 13:52 WIB
Pinjaman sindikasi ini merupakan bagian dari porsi pinjaman perseroan dalam pembiayaan proyek pembangunan pabrik Blast Furnace Complex
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendapatkan pinjaman sindikasi dari sejumlah bank di China senilai US$200 juta atau setara Rp1,899 triliun.
Perbankan pemberi pinjaman itu meliputi China Development Bank Corporation (CBD), Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBD), dan The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC).
Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K. Hakim dalam publikasi kepada BEI, Jumat memaparkan pinjaman sindikasi ini ditandatangani pada 15 Agustus 2012.
"Pinjaman sindikasi ini merupakan bagian dari porsi pinjaman perseroan dalam pembiayaan proyek pembangunan pabrik Blast Furnace Complex dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton metal per tahun," kata Irvan.
Ia menambahkan pembangunan proyek ini dilaksanakan oleh konsorsium MCC-Capital Engineering & Research Indorporation Limited (MCC-CERI), MCC-ACRE dan PT Krakatau Engineering.
"Pinjaman sindikasi Sinosure Facility ini berjangka waktu pelunasan delapan tahun senilai ekuivalen US$200 juta yang terdiri dari CBD US$80 juta, ICBC 80 juta dolar, dan HSBC US$40 juta," paparnya.
Untuk pengerjaan "engineering", "procurement" dan "supervision" "coke oven plant" dipercayakan kepada ACRE Cokong & Refractory Consulting Corporation, serta PT Krakatau Engineering untuk pengerjaan "civil construction", "steel structure" dan" erection" untuk komplek "Blast Furnace".
Pabrik yang akan menghabiskan dana sekitar Rp5,92 triliun itu dibangun untuk menurunkan biaya produksi "slab" baja, mengurangi bahan baku impor, serta memanfaatkan sebagian bahan baku lokal seperti bijih besi dan batu bara yang diharapkan dapat meningkatkan "profit margin" perseroan.
Pabrik "Blast Furnace" direncanakan mulai dibangun pada kuartal ketiga tahun 2011 dan selesai pada kuartal pertama atau kedua 2014.
"Kami juga melakukan penandatanganan Intercreditor Agreement, Commont Security Document dan akta pengalihan atas hak-hak dalam rekening penampungan dengan Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, CDB, ICBD, dan HSBC," ungkapnya.
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendapatkan pinjaman sindikasi dari sejumlah bank di China senilai US$200 juta atau setara Rp1,899 triliun.
Perbankan pemberi pinjaman itu meliputi China Development Bank Corporation (CBD), Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBD), dan The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC).
Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K. Hakim dalam publikasi kepada BEI, Jumat memaparkan pinjaman sindikasi ini ditandatangani pada 15 Agustus 2012.
"Pinjaman sindikasi ini merupakan bagian dari porsi pinjaman perseroan dalam pembiayaan proyek pembangunan pabrik Blast Furnace Complex dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton metal per tahun," kata Irvan.
Ia menambahkan pembangunan proyek ini dilaksanakan oleh konsorsium MCC-Capital Engineering & Research Indorporation Limited (MCC-CERI), MCC-ACRE dan PT Krakatau Engineering.
"Pinjaman sindikasi Sinosure Facility ini berjangka waktu pelunasan delapan tahun senilai ekuivalen US$200 juta yang terdiri dari CBD US$80 juta, ICBC 80 juta dolar, dan HSBC US$40 juta," paparnya.
Untuk pengerjaan "engineering", "procurement" dan "supervision" "coke oven plant" dipercayakan kepada ACRE Cokong & Refractory Consulting Corporation, serta PT Krakatau Engineering untuk pengerjaan "civil construction", "steel structure" dan" erection" untuk komplek "Blast Furnace".
Pabrik yang akan menghabiskan dana sekitar Rp5,92 triliun itu dibangun untuk menurunkan biaya produksi "slab" baja, mengurangi bahan baku impor, serta memanfaatkan sebagian bahan baku lokal seperti bijih besi dan batu bara yang diharapkan dapat meningkatkan "profit margin" perseroan.
Pabrik "Blast Furnace" direncanakan mulai dibangun pada kuartal ketiga tahun 2011 dan selesai pada kuartal pertama atau kedua 2014.
"Kami juga melakukan penandatanganan Intercreditor Agreement, Commont Security Document dan akta pengalihan atas hak-hak dalam rekening penampungan dengan Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, CDB, ICBD, dan HSBC," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




