Indonesia Perlu Beralih ke BBM Ramah Lingkungan
Jumat, 25 September 2020 | 15:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia perlu menyusul negara tetangga untuk beralih ke bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. Sebab, hal ini bertujuan meningkatkan standar emisi gas buang kendaraan di Indonesia.
"Sejumlah negara lain sudah Euro 4. Bahkan, Singapura sudah Euro 5 dan menuju Euro 6. Adapun Indonesia masih Euro 2 dan Euro 3," kata pengamat otomotif Mukiat Sutikno, Jumat (25/9/2020).
Dia menilai, Indonesia harus segera menggunakan BBM dengan oktan tinggi. Karena, perpindahan dari RON rendah ke RON tinggi sangat penting. "Ini untuk memastikan kita comply dengan negara-negara tetangga karena Indonesia memang paling ketinggalan. Dibandingkan dengan Thailand, kita juga ketinggalan sekali," kata dia.
Dari perspektif industri otomotif, dia menilai, peningkatan angka oktan BBM juga mendesak. Alasannya, semua merek kendaraan bermotor di Indonesia juga dijual di luar negeri.
Dengan demikian, lanjut Mukiat, industri otomotif mau tidak mau harus melakukan penyesuaian kondisi mesin sebelum melakukan penjualan ke mancanegara. Hal itu, lanjut dia, tentu berdampak terhadap biaya produksi.
"Kalau BBM kita sudah serentak pakai RON tinggi, tentu industri tak perlu melakukan penyesuaian," kata dia.
Dari sudut pandang konsumen, Mukiat menuturkan, BBM oktan rendah berpengaruh buruk terhadap performa kendaraan dan kondisi mesin. Secara teknis, BBM beroktan rendah juga berdampak jelek terhadap kendaraan. Selain menurunkan performa, juga bisa berpengaruh terhadap keawetan mesin. "Bisa mengelitik, bikin ruang bakar dan gas buang, serta memperpendek umur mesin," kata dia.
Apalagi spesifikasi mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru sudah disesuaikan untuk BBM dengan oktan tinggi. "Jika diisi dengan BBM yang tidak sesuai, tentu berpengaruh terhadap mesin," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




