Jelang PON Riau, 100 Taksi Baru Beroperasi
Rabu, 29 Agustus 2012 | 14:10 WIB
Beroperasinya taksi yang baru itu untuk menumbuhkan iklim investasi dan persaingan sehat bagi operator lokal
Sebanyak 100 taksi yang mengunakan argometer bakal beroperasi di Kota Pekanbaru, Riau, untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau pada 9-20 September 2012.
"Beroperasinya taksi yang baru itu untuk menumbuhkan iklim investasi dan persaingan sehat bagi operator lokal," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT kepada wartawan Rabu.
Pernyataan Firdaus tersebut terkait bakal beroperasinya 100 taksi Blue Bird asal Jakarta di Pekanbaru yang direncanakan mulai 3 September 2012, memanfaatkan momentum PON XVIII Riau. Pengusaha taksi itu sudah mengantongi perizinan dari pemkot setempat.
Meski mendapatkan reaksi penolakan dari Organda dan pengusaha taksi lokal, namun Pemkot Pekanbaru tetap mengeluarkan izin demi warga sebagai penguna jasa dapat menikmati pelayanan terbaik.
Selama ini armada taksi di Kota Pekanbaru sebagian tidak mengunakan argometer sehingga dikeluhkan oleh penguna jasa terutama warga setempat maupun dari luar kota karena tarif yang digunakan relatif mahal ketimbang di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia.
Menurut Firdaus, dengan beroperasinya armada taksi asal Jakarta itu diharapkan operator lokal dapat berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi penguna jasa tersebut.
Pihaknya banyak menerima informasi dari warga termasuk pesan singkat (SMS) melalui telepon selular bahwa pelayanan taksi lokal mengecewakan antara lain tidak mengunakan argometer, tidak sopan, ugal-ugalan, malahan tidak menyalakan pendingin ruangan (AC) karena sopir merokok ketika mengemudi.
Keberadaan taksi di Kota Pekanbaru dibutuhkan warga setempat untuk sarana transportasi, namun saat ini hanya tersedia sebanyak 400 hingga 500 unit.
Padahal armada taksi di Kota Pekanbaru miminal dibutuhkan sekitar 1.000 unit yang dapat melayani penduduk sekitar 950.000 jiwa yang tersebar pada 12 kecamatan dan 60 kelurahan.
Firdaus mengatakan, pada prinsipnya, beroperasinya armada taksi yang baru untuk memacu operator lokal meningkatkan pelayanan terbaik bagi penguna jasa transportasi.
Namun demikian, operator taksi yang baru telah bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik termasuk kepada tamu peserta PON XVIII.
Sebanyak 100 taksi yang mengunakan argometer bakal beroperasi di Kota Pekanbaru, Riau, untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau pada 9-20 September 2012.
"Beroperasinya taksi yang baru itu untuk menumbuhkan iklim investasi dan persaingan sehat bagi operator lokal," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT kepada wartawan Rabu.
Pernyataan Firdaus tersebut terkait bakal beroperasinya 100 taksi Blue Bird asal Jakarta di Pekanbaru yang direncanakan mulai 3 September 2012, memanfaatkan momentum PON XVIII Riau. Pengusaha taksi itu sudah mengantongi perizinan dari pemkot setempat.
Meski mendapatkan reaksi penolakan dari Organda dan pengusaha taksi lokal, namun Pemkot Pekanbaru tetap mengeluarkan izin demi warga sebagai penguna jasa dapat menikmati pelayanan terbaik.
Selama ini armada taksi di Kota Pekanbaru sebagian tidak mengunakan argometer sehingga dikeluhkan oleh penguna jasa terutama warga setempat maupun dari luar kota karena tarif yang digunakan relatif mahal ketimbang di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia.
Menurut Firdaus, dengan beroperasinya armada taksi asal Jakarta itu diharapkan operator lokal dapat berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi penguna jasa tersebut.
Pihaknya banyak menerima informasi dari warga termasuk pesan singkat (SMS) melalui telepon selular bahwa pelayanan taksi lokal mengecewakan antara lain tidak mengunakan argometer, tidak sopan, ugal-ugalan, malahan tidak menyalakan pendingin ruangan (AC) karena sopir merokok ketika mengemudi.
Keberadaan taksi di Kota Pekanbaru dibutuhkan warga setempat untuk sarana transportasi, namun saat ini hanya tersedia sebanyak 400 hingga 500 unit.
Padahal armada taksi di Kota Pekanbaru miminal dibutuhkan sekitar 1.000 unit yang dapat melayani penduduk sekitar 950.000 jiwa yang tersebar pada 12 kecamatan dan 60 kelurahan.
Firdaus mengatakan, pada prinsipnya, beroperasinya armada taksi yang baru untuk memacu operator lokal meningkatkan pelayanan terbaik bagi penguna jasa transportasi.
Namun demikian, operator taksi yang baru telah bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik termasuk kepada tamu peserta PON XVIII.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




