Pemerintah Dorong Implementasi Teknologi 4.0 Lewat Startup4Industry 2020
Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meluncurkan program Startup4Industry 2020 bertajuk "Indonesia Percaya Diri dengan Teknologi Dalam Negeri" dalam Seminar Nasional Startup4Industry pada Rabu (14/10/2020). Sebagai strategi menyosialisasikan teknologi Indonesia, Startup4Industry 2020 memiliki andil menekan dampak pandemi dengan memanfaatkan teknologi.
"Kementerian Perindustrian kembali melaksanakan program Startup4Industry dalam mendorong implementasi teknologi 4.0, dengan menjembatani kebutuhan dunia industri dan masyarakat dengan startup Tanah Air sebagai technology provider," kata Agus saat membuka Seminar Nasional Startup4Industry 2020 secara daring, Rabu.
Menurut Agus, akan timbul multiplier effect utamanya kepada sektor industri prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu industri otomotif, elektronik, makanan & minuman, tekstil, kimia, alat kesehatan dan farmasi.
Sejak 2018 ketika Making Indonesia 4.0 diluncurkan Presiden Joko Widodo sebagai inisiatif untuk merevolusi industri dengan implementasi teknologi, Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong implementasi teknologi 4.0 di antaranya pilot project implementasi industri 4.0, pelatihan digital transformation manager, sosialisasi dan seminar tentang industri 4.0, peluncuran INDI 4.0 (Indonesia Industri 4.0 Readiness Index), serta program Startup4Industry.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin Gati Wibawaningsih, menjelaskan bahwa program Startup4Industry 2020 memiliki serangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Desember 2020 mendatang. "Ada kompetisi berbasis pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi industri 4.0 untuk penanganan dampak Covid-19, diskusi solutif antara problem owner dan technology startup, tech link atau temu bisnis startup dengan industri khususnya IKM," jelas Gati.
Dia mengatakan, seminar nasional ini merupakan sarana dalam menyampaikan kemanfaatan teknologi industri 4.0 serta menguatkan keberadaan dan peran startup sebagai technology provider di masa kenormalan baru.
Penyelenggaraan program Startup4Industry pada tahun 2018 dan 2019 lalu berhasil menorehkan sejumlah pencapaian, di antaranya jumlah peserta kompetisi mencapai 220 startup, terdapat 15 proyek implementasi yang dikerjakan startup di IKM, 26 IKM memakai solusi teknologi dari startup, serta finalis pada kompetisi tahun 2018, MSMB, menjuarai Hermes Startup Award 2020, yaitu kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan pertama kali oleh Deutsche Messe, penyelenggara Hannover Messe.
Pada masa adaptasi kebiasaan baru ini dapat dirasakan bahwa seluruh sendi perekonomian nasional mengandalkan kemanfaatan teknologi. Karenanya, kebutuhan inovasi teknologi akan mengalami peningkatan pesat dan menjadi pasar potensial bagi teknologi digital untuk dapat diisi oleh peran serta startup Tanah Air sebagai implementator dan problem solver.
JD.ID Catat Peningkatan Nilai Penjualan (GMV) 100%
Sementara menjelang akhir tahun 2020, JD.ID kembali mengadakan rangkaian pesta diskon meriah bagi pelanggan di Indonesia. Pesta diskon "double date" ini dimulai pada 9 September, berlanjut pada 10 Oktober, kemudian pada 11 November, hingga puncaknya pada perayaan HARBOLNAS "Hari Belanja Online Nasional" 12 Desember mendatang. Pada bulan Oktober tahun ini, JD.ID bersama brand dan mitra seller menghadirkan program kampanye 10.10 dengan berbagai penawaran menarik.
Marketing Chief JD.ID Mia Fawzia mengatakan, dengan mengadakan 9 program promo tersebut, JD.ID berhasil memperoleh berbagai peningkatan signifikan, dibandingkan program kampanye 10.10 pada 2019. "Pada pelaksanaan program kampanye 10.10 tahun 2020, JD.ID mencatat peningkatan jumlah kunjungan ke halaman promo hingga 150 persen, peningkatan jumlah pembeli 400 persen, serta peningkatan nilai penjualan (gross merchandise value/GMV) 100 persen," kata Mia dalam keterangan tertulisnya.
Selama pelaksanaan program kampanye 10.10 ini, JD.ID juga berhasil mencatat kenaikan dari segi jumlah pesanan pada beberapa kategori favorit-nya, antara lain kategori barang mewah atau Luxury hingga 800 persen, yang mana hasil ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kenaikan jumlah pesanan pada kategori lain, jika dibandingkan kampanye 10.10 pada 2019.
Tidak hanya itu, JD.ID-pun berhasil mencatat kenaikan jumlah pesanan hingga 500 persen pada kategori virtual, yang diikuti kenaikan jumlah pesanan hingga 200 persen pada kategori otomotif, binatang peliharaan, serta gaming & smart dibandingkan kampanye 10.10 pada tahun 2019.
Bersamaan dengan berbagai kenaikan tersebut diatas, JD.ID juga berhasil mencatat kenaikan jumlah pesanan pada kategori olahraga, hobi, dan kegiatan di luar ruangan (outdoor) hingga 200 persen dibandingkan 2019.
Lebih lanjut, pada sisi nilai penjualan atau yang kerap disebut sebagai GMV, JD.ID mencatatkan bermacam kenaikan, antara lain kenaikan nilai penjualan yang tertinggi 2.000 persen pada kategori barang mewah atau luxury, kenaikan 700 persen pada kategori permainan anak & hobi, kenaikan penjualan 200 persen pada kategori olahraga, hobi, dan kegiatan di luar ruangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




