Kuartal III 2020, BNI Cetak Laba Bersih Rp 4,32 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal III 2020, BNI Cetak Laba Bersih Rp 4,32 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada kuartal III 2020 mencatatkan laba bersih Rp 4,32 triliun, turun 63,9 persen year on year (yoy) dari Rp 11,97 triliun di periode yang sama tahun lalu.

"Penurunan ini merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang, yaitu dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif sehingga rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio hingga kuartal III 2020 berada pada level 206,9 persen lebih besar dibandingkan kuartal III 2019 yang sebesar 159,2 persen," kata Direktur Bisnis Konsumer BNI, Corina Leyla Karnalies, dalam paparan kinerja perseroan kuartal III, Selasa (27/10/2020).

BNI terus memupuk pencadangan yang cukup besar tahun ini. Pasalnya, posisi non performing loan (NPL) perseroan per kuartal III 2020 memang ada kenaikan cukup tinggi sebesar 1,8 persen menjadi 3,6 persen. Di samping itu, loan at risk (LAR) untuk kredit yang direstrukturisasi terkait Covid-19 juga meninggi hingga mencapai 28,7 persen.

Penurunan laba, kata Corina, juga tak terlepas dari perlambatan dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang terbilang stagnan di kuartal III 2020 menjadi Rp 26,64 triliun.

Meski begitu pendapatan non bunga bank berlogo 46 ini masih cukup positif dengan kenaikan sebesar 7,2 persen secara yoy menjadi Rp 8,71 triliun. Perlambatan perolehan pendapatan bunga itu juga membuat posisi margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) Bank BNI ikut menyusut 60 basis poin secara tahunan menjadi 4,3 persen.

Beberapa rasio profitabilitas lain seperti return on equity (ROE) juga menurun sebesar 9,3 persen secara tahunan menjadi hanya sebesar 5,4 persen di kuartal III 2020 dari tahun sebelumnya 14,7 persen. Sedangkan return on asset (ROA) menurun 1,6 persen secara tahunan menjadi sebesar 0,9 persen.

Di sisi lain, sambung Corina, realisasi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 21,4 persen yoy menjadi Rp 705,09 triliun dari periode setahun sebelumnya Rp 580,97 triliun. "Pertumbuhan DPK yang signifikan tersebut tentunya ikut menopang peningkatan aset perseroan yang kini telah menembus Rp 916,95 triliun atau meningkat 12,5 persen secara tahunan,” sebutnya.

Selain itu, tambah Corina, BNI juga mendukung upaya pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di mana hingga 20 Oktober 2020, BNI telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 21,1 triliun, yang mayoritas (70 persen) disalurkan pada segmen kecil terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp 15,05 triliun dan disalurkan untuk 170.569 debitur.

"KUR BNI ini tersalurkan pada berbagai sektor ekonomi, antara lain ke sektor pertanian sebesar Rp 3,95 triliun, sektor perdagangan Rp 7,37 triliun, sektor jasa usaha Rp 2,44 triliun, serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp 1,08 triliun,” jelasnya



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peran CFO Bergeser Akibat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah memaksa CFO untuk lebih fokus lagi pada peran mereka sebagai agen perubahan dan juga ahli strategi.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Tugu Insurance Gandeng Bimmeroom dalam Diskusi Virtual

Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggandeng Bimmeroom dalam diskusi virtual terkait mobil mewah bekas.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Pendapatan BPHTB Bekasi Turun Akibat Properti Lesu

Kalau ada kegiatan properti berarti ada BPHTB.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Jelang Libur Panjang, IHSG Terpuruk ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk ke zona merah dan ditutup terkoreksi 15,824 poin atau 0,31% ke level 5.128,225.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Kempupera Ingin Memperkuat Pendataan Program Sejuta Rumah

Kempupera optimistis dapat mencapai target pembangunan satu juta unit rumah.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Inklusi Keuangan Kunci Penting Akselerasi Pembangunan Ekonomi

Inklusi keuangan menjadi salah satu kunci penting dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

2021, BEI Bidik Pencatatan Saham Emiten di Sektor Teknologi

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 30 pencatatan efek baru pada 2021.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

SouthCity Tunjuk Totalindo Jadi Main Contractor The Parc

Totalindo akan bertanggung jawab mulai dari pekerjaan struktur, arsitektur serta plumbing dari apartemen The Parc.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Garuda Pastikan Penuhi Hak 700 Tenaga Kontrak yang Tak Diperpanjang

Kebijakan itu mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Evolusi Penyaluran Bantuan Sosial Dorong Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan merupakan salah satu hal yang saat ini terus didorong pemerintah, antara lain melalui perbaikan berbagai aturan atau regulasi.

EKONOMI | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS