ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Hospitality Mulai Membaik, Okupansi OYO Naik 70%

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:39 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Ilustrasi kamar hotel.
Ilustrasi kamar hotel. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Industri hospitality di Indonesia yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 secara perlahan mulai menunjukkan perbaikan. Data internal OYO juga mencatat membaiknya performa hotel OYO di Indonesia secara perlahan, dengan tingkat okupansi per bulan Agustus 2020 meningkat sebanyak 70% dari titik terendah di bulan April 2020. Namun, peningkatan tersebut masih di angka 60% dari tingkat okupansi normal sebelum pandemi.

Country Head OYO Indonesia, Agus Hartono Wijaya mengungkapkan, sejak resmi beroperasi pada Oktober 2018, OYO telah berhasil mencapai lebih dari 3.000 properti dan 45.000 kamar yang tersebar di lebih dari 150 kota di Indonesia. OYO juga telah membukukan lebih dari 5,5 juta pemesanan dan membuka lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan di bidang hospitality.

"Pandemi ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi seluruh operasional bisnis kami, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi," kata Agus Hartono Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2020).

Agus menyampaikan, meski pandemi menekan industri hospitality secara signifikan. Namun, OYO dengan teknologi sebagai DNA-nya mampu merespon dengan memperkuat operasional di skala lokal, dan juga memberikan pengalaman menginap lebih aman, seamless, dan contactless. Hal ini diwujudkan melalui beberapa inisiatif seperti Sanitized Stay; termasuk fitur check-in dan check-out tanpa sentuhan, serta integrasi e-wallet OVO dan Go-Pay di aplikasi OYO; yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan dalam operasional hotel secara komprehensif mulai dari proses check-in hingga check-out.

ADVERTISEMENT

Sejak diluncurkan pada bulan Juni lalu, saat ini sebanyak lebih dari 865 properti mitra OYO di Indonesia telah mengikuti pelatihan dan menerapkan protokol tersebut, sehingga mendapatkan label dan logo Sanitized Stay di aplikasi OYO.

Lebih lanjut, OYO juga masih optimis terhadap potensi industri hospitality di Indonesia, khususnya di sektor hotel budget. "Adaptasi secara cepat dan memanfaatkan peluang menjadi kunci dalam menghadapi perubahan perilaku dan preferensi konsumen di industri pariwisata pascapandemi. Selain itu, adanya tren staycation di hotel-hotel budget dengan skala kecil yang tetap memberikan pengalaman menginap unik menjadi sinyal positif bagi potensi pertumbuhan OYO di Indonesia," tambahnya.

Pihak OYO juga meyakini, hotel budget dengan 20-30 kamar berpotensi lebih diminati karena lebih memungkinkan pelanggan untuk tetap menjaga social distancing dan higienitas, sehingga dapat merasa aman dan nyaman selama berlibur di masa new normal ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon