Upah Tak Dinaikkan, Pemerintah Tidak Ingin Banyak Buruh Di-PHK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Upah Tak Dinaikkan, Pemerintah Tidak Ingin Banyak Buruh Di-PHK

Kamis, 29 Oktober 2020 | 10:57 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menetapkan tidak menaikkan upah buruh pada 2021. Hal itu tertuang dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang penetapan upah minimum 2021 di masa pandemi Covid-19. Dalam surat edaran tersebut disebutkan gubernur diminta menyesuaikan penetapan nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menjelaskan, saat ini dunia usaha tengah mengalami kelesuan sebagai imbas dari pandemi. Di sisi lain pemerintah juga dalam menghadapi posisi yang sulit akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Upah Minimum 2021 Tidak Naik, Menkeu: Dunia Usaha Dalam Situasi Sangat Tertekan

Sebab menurut Hendrawan di satu sisi perusahaan diimbau tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya. Namun di satu sisi ekonomi saat ini sedang terdampak adanya pandemi ini.‎

"Ya memang sangat dilematis dalam kondisi kesulitan saat ini akibat resesi. Jadi dalam kondisi seperti ini adalah prioritas utama bagaimana perusahaan-perusahaan diimbau tidak melakukan PHK," kata Hendrawan, di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, jika masyarakat menuntut kenaikan upah, hal tersebut juga dinilainya kurang bijak. Pasalnya ekonomi saat ini sedang terdampak, termasuk kondisi perusahaan yang masih bisa bertahan.

Baca juga: Upah Minimum 2021 Tak Naik, KSPSI Minta Pemerintah Tinjau Ulang


Oleh sebab itu jalan tengah yang diambil pemerintah adalah tidak menaikkan upah minimum tahun 2021. Hal ini juga sekaligus menjaga kemampuan perusahaan di tengah pandemi virus corona ini.‎

"Kita anggap ini sebagai jalan tengah. Dari pihak pengusaha juga menahan diri tidak melakukan PHK, dari pihak karyawan juga menahan diri untuk tidak menuntut menaikkan," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investree dan eFishery Distribusikan Rp 30 M untuk Pembudidaya Ikan di RI

Hingga saat ini, sudah ada 500 pembudidaya di eFishery yang didukung eFisheryFund.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Melalui Voting, Koperasi Sejahtera Bersama dan Kreditur Setuju Berdamai

Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama merupakan salah satu dari 100 koperasi besar Indonesia dengan anggota lebih dari 70.000 orang.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Mengekor Wall Street, Bursa Korsel Pimpin Pelemahan di Asia

Kospi turun 1,78% karena saham pembuat chip SK Hynix turun sekitar 2%.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Kanal Berita SEA Today Siap Membawa Kabar Baik Indonesia Mendunia

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melakukan soft

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Harga Emas Tenggelam Akibat Penguatan Dolar dan Alotnya Stimulus AS

Kontrak emas paling aktif pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, turun tajam US$ 32,7 atau 1,71% menjadi US$ 1.879,2 per ounce.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Digitalisasi Kotesebha Menuju Era Koperasi Modern

Dengan sistem digital, perkembangan Kotesebha akan semakin cepat karena pelayanan semakin transparan

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Hilang 900 Poin, Dow Terburuk Sejak Juni Akibat Meningkatnya Covid-19

Dow Jones Industrial Average turun 943,24 poin, atau 3,4% menjadi 26.519,95.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Bursa Eropa Jatuh karena Rencana Lockdown Jerman dan Prancis

Indeks DAX bluechip Jerman memimpin aksi jual, turun 4,4%, sementara CAC Prancis jatuh 3,7%.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Kemperin Dorong Pengembangan Industri Recycle Baterai Kendararaan Listrik

Kemperin dorong nilai tambah industri daur ulang.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Studi Banding Antar Desa Diharapkan Mampu Percepat Pembangunan Desa

Mendes PDTT hadiri studi banding antar desa di Bantul, DIY.

EKONOMI | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS