ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuartal IV, Pasar Modal Indonesia Makin Menarik

Senin, 16 November 2020 | 15:11 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Investor memantau pergerakan harga saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta.
Investor memantau pergerakan harga saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta. (Beritasatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Secara fundamental pasar saham Indonesia semakin menarik pada kuartal IV 2020 ditopang oleh pemulihan earnings, stabilitas makro ekonomi, dan valuasi yang relatif murah jika dibandingkan dengan negara kawasan.

Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Andrian Tanuwijaya, mengatkan selama pasarnya suportif didukung oleh fundamental yang baik, maka partisipasi investor domestik bahkan asing pada pasar saham Indonesia akan berlanjut.

"Kami memperkirakan sentimen investor asing terhadap pasar saham Indonesia akan mengalami normalisasi setelah pandemi dapat terkelola lebih baik. Ke depannya, kombinasi dari investor domestik dan harapan pembalikan sentimen investasi investor asing berpotensi mendorong penguatan pasar yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan," ujar Andrian, di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, Manulife memiliki pandangan yang lebih positif terhadap kinerja pasar saham Indonesia di tahun depan. Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor diantaranya faktor internal dan eksternal.

ADVERTISEMENT

Dari sisi internal yakni, tren pemulihan pertumbuhan earnings perusahaan sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik, kurva Covid-19 yang cenderung melandai baik dari tingkat infeksi dan tingkat kematian, perkembangan positif distribusi vaksin diharapkan dapat memberikan sentimen yang positif terhadap ekonomi riil dan pasar finansial.

"Pengesahan Omnibus Law yang berpotensi menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lalu valuasi pasar saham Indonesia yang cukup menarik baik dibandingkan secara historis maupun relatif terhadap kelas aset lainnya berpotensi mendorong penguatan pasar saham lebih tinggi lagi," ujar Andrian.

Sedangkan dari sisi eksternal, lanjutnya, didukung oleh hasil dari pemilu AS meski diperkirakan tidak menghilangkan ketegangan geopolitik sepenuhnya terkait dengan konflik dagang, namun besar kemungkinan pendekatan yang dilakukan akan lebih tidak konfrontatif dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya sehingga gejolak pasar terutama di negara berkembang akan berkurang.

Andrian mengungkapkan, selain katalis positif ada risiko yang harus dicermati investor saat ini, yaitu penundaan ketersediaan vaksin dan reformasi tidak dijalankan dengan baik.

"Jika peraturan pendukung tidak keluar tepat waktu dan tepat sasaran maka dapat mengganggu pemulihan ekonomi karena dibutuhkan peraturan pendukung yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di samping itu penolakan publik yang berlarut–larut juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi," kata Andrian.

Dia menambahkan, strategi investasi yang bisa investor terapkan guna membukukan kinerja portofolio yang baik di sisa tahun ini, menurutnya dapat difokuskan pada sektor siklikal yang diuntungkan oleh pemulihan ekonomi domestik maupun global di tahun depan.

"Di samping itu terus mencermati likuiditas dan volatilitas untuk memastikan pengelolaan investasi memberikan hasil optimal dengan risiko yang terkendali," imbuh Andrian.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan SRO Perkuat Fondasi Pasar Modal Jelang Keputusan MSCI

Pemerintah dan SRO Perkuat Fondasi Pasar Modal Jelang Keputusan MSCI

EKONOMI
IHSG Jumat 8 Mei Ditutup Anjlok 2,86 Persen, Mayoritas Sektor Merah

IHSG Jumat 8 Mei Ditutup Anjlok 2,86 Persen, Mayoritas Sektor Merah

EKONOMI
Reformasi Pasar Modal Dipercepat, Transparansi Diperkuat untuk Jaga Kepercayaan Investor

Reformasi Pasar Modal Dipercepat, Transparansi Diperkuat untuk Jaga Kepercayaan Investor

EKONOMI
IHSG Selasa 5 Mei 2026 Menguat Tipis, Mayoritas Sektor Melemah

IHSG Selasa 5 Mei 2026 Menguat Tipis, Mayoritas Sektor Melemah

EKONOMI
Greg Abel Perdana Pimpin Pertemuan Berkshire Hathaway

Greg Abel Perdana Pimpin Pertemuan Berkshire Hathaway

EKONOMI
IHSG Sesi I 30 April 2026 Anjlok 2,46 Persen Tinggalkan Level 7.000

IHSG Sesi I 30 April 2026 Anjlok 2,46 Persen Tinggalkan Level 7.000

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon