Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Perak Turun 19 Persen
Rabu, 5 September 2012 | 19:16 WIB
Faktor libur lebaran juga mempengaruhi arus penumpang, karena libur yang singkat mereka menunda waktu mudik.
Arus penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama musim Lebaran 2012 turun hingga 19 persen.
Banyaknya pemudik yang memilih menggunakan pesawat udara menjadi pemicunya.
Manajer Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Edi Priyanto, berdasarkan data yang dihimpun Posko Lebaran Pelabuhan Tanjung Perak selama H-15 hingga H+15, tercatat sebanyak 131.835 orang penumpang kapal laut, atau turun lebaran tahun lalu tercatat 163.480 orang.
Edi menambahkan, para penumpang kapal laut banyak yang beralih menggunakan moda transportasi udara. Hal tersebut terlihat dari banyaknya frekuensi penerbangan Banjarmasin-Surabaya.
“Faktor libur lebaran juga mempengaruhi arus penumpang, karena libur yang singkat mereka menunda waktu mudik, bisa juga mereka berangkat lebih awal ataupun kembali lebih akhir, terlebih sebagian besar penumpang kapal laut bekerja disektor non formal seperti pedagang, pekerja perkebunan, bangunan, dan lain sebagainya," kata Edi dalam siaran persnya, hari ini.
Peralihan moda transportasi juga terlihat di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama Lebaran 2012 tercatat sebanyak 42.415 orang penumpang kapal laut melalui Pelabuhan Banjarmasin. Jumlah tersebut turun 25 persen dibandingkan 2011 lalu yang mencapai 56.309 penumpang.
Kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebagai pelabuhan utama di Jawa Tengah, pelabuhan tersebut disinggahi sekitar 75.804 orang penumpang selama musim Lebaran 2012. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan 2011 yang hanya 68.465.
“Pelabuhan Tanjung Emas mencatat kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu, kebanyakan penumpang berasal dari Sampit, Kumai, dan Batulicin. Selain itu, kemarin juga ada program mudik gratis bersama TNI AL menggunakan KRI Banda Aceh yang membawa penumpang dan kendaraaan dari Jakarta dengan jumlah penumpang yang cukup banyak,” jelas Edi.
Sementara itu, peningkatan arus penumpang Lebaran juga terjadi di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah dan Pelabuhan Batulicin, Kalimantan Selatan. Peningkatan arus penumpang berkisar 7-9 persen.
“Kalau di Pelabuhan Sampit secara keseluruhan terjadi penurunan hingga 5%, tetapi jika dihitung dari H-15 hingga H-1 terjadi peningkatan sebesar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Edi.
Arus penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama musim Lebaran 2012 turun hingga 19 persen.
Banyaknya pemudik yang memilih menggunakan pesawat udara menjadi pemicunya.
Manajer Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Edi Priyanto, berdasarkan data yang dihimpun Posko Lebaran Pelabuhan Tanjung Perak selama H-15 hingga H+15, tercatat sebanyak 131.835 orang penumpang kapal laut, atau turun lebaran tahun lalu tercatat 163.480 orang.
Edi menambahkan, para penumpang kapal laut banyak yang beralih menggunakan moda transportasi udara. Hal tersebut terlihat dari banyaknya frekuensi penerbangan Banjarmasin-Surabaya.
“Faktor libur lebaran juga mempengaruhi arus penumpang, karena libur yang singkat mereka menunda waktu mudik, bisa juga mereka berangkat lebih awal ataupun kembali lebih akhir, terlebih sebagian besar penumpang kapal laut bekerja disektor non formal seperti pedagang, pekerja perkebunan, bangunan, dan lain sebagainya," kata Edi dalam siaran persnya, hari ini.
Peralihan moda transportasi juga terlihat di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama Lebaran 2012 tercatat sebanyak 42.415 orang penumpang kapal laut melalui Pelabuhan Banjarmasin. Jumlah tersebut turun 25 persen dibandingkan 2011 lalu yang mencapai 56.309 penumpang.
Kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebagai pelabuhan utama di Jawa Tengah, pelabuhan tersebut disinggahi sekitar 75.804 orang penumpang selama musim Lebaran 2012. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan 2011 yang hanya 68.465.
“Pelabuhan Tanjung Emas mencatat kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu, kebanyakan penumpang berasal dari Sampit, Kumai, dan Batulicin. Selain itu, kemarin juga ada program mudik gratis bersama TNI AL menggunakan KRI Banda Aceh yang membawa penumpang dan kendaraaan dari Jakarta dengan jumlah penumpang yang cukup banyak,” jelas Edi.
Sementara itu, peningkatan arus penumpang Lebaran juga terjadi di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah dan Pelabuhan Batulicin, Kalimantan Selatan. Peningkatan arus penumpang berkisar 7-9 persen.
“Kalau di Pelabuhan Sampit secara keseluruhan terjadi penurunan hingga 5%, tetapi jika dihitung dari H-15 hingga H-1 terjadi peningkatan sebesar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Edi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




