ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

G-20 Setujui Perpanjangan Keringanan Utang hingga Pertengahan 2021

Minggu, 22 November 2020 | 08:46 WIB
SL
FB
Penulis: Sri Rejeki Listyorini | Editor: FMB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2020).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2020). (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok Dua Puluh (G20), yang terdiri atas 20 negara ekonomi terbesar di dunia, telah sepakat untuk memperpanjang inisiatif pelonggaran utang untuk negara-negara miskin hingga pertengahan 2021, ungkap Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

Keputusan tersebut diambil pada saat pembahasan jalur keuangan pada Pertemuan Para Menteri Keuangan G20, yang diadakan pada hari Jumat (20 November 2020), menjelang KTT Pemimpin-G20 yang diselenggarakan secara virtual oleh Arab Saudi pada hari Sabtu dan Minggu (21-22 November 2020).

"Dalam diskusi yang didukung oleh lembaga multilateral, seperti IMF dan Bank Dunia, (kami telah) sepakat untuk memberikan pelonggaran pembayaran utang -awalnya (dikabulkan) hingga akhir tahun ini- (dan) diperpanjang hingga pertengahan 2021, " kata Sri Mulyani.

"Ini bertujuan agar negara berpenghasilan rendah memiliki ruang fiskal untuk penanganan Covid-19," katanya dalam jumpa pers online yang berasal dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu malam (21/11/2020), waktu Jakarta.

ADVERTISEMENT

Debt Service Suspension Initiative (DSSI), menurut rilis media resmi G20, "memungkinkan USD 14 miliar dana disalurkan pada tahun 2020 untuk memperkuat perang melawan pandemi dan dampak sosial-ekonominya".

Jumlah tersebut berasal dari 46 negara yang disetujui dari 77 negara yang memenuhi syarat yang berpartisipasi dan mendaftar untuk inisiatif tersebut.

"KTT Pemimpin G20 nanti akan menyepakati cara tersebut karena sangat penting untuk mendukung beberapa negara miskin agar memungkinkan mereka membangun ketahanan untuk mengatasi pandemi ini," kata Sri Mulyani.

"Kami juga telah menyepakati gagasan bahwa itu harus menjadi perlakuan yang adil terhadap utang bagi negara-negara yang bergabung dengan Paris Club, inisiatif kelompok keringanan utang, serta mereka yang berada di luar klub," tambahnya.

Selain kesepakatan DSSI, pertemuan tersebut juga menyoroti kebijakan ekonomi G20, baik fiskal maupun moneter, serta dana Covid-19 untuk akses yang adil, khususnya bagi negara berkembang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menkes: Indonesia Krisis Dokter, Tertinggal dari ASEAN dan G-20

Menkes: Indonesia Krisis Dokter, Tertinggal dari ASEAN dan G-20

NASIONAL
Ekonomi Stabil, Indonesia Unggul Dibanding Negara Tetangga dan G-20

Ekonomi Stabil, Indonesia Unggul Dibanding Negara Tetangga dan G-20

EKONOMI
Pidato Penutup Gibran pada G-20 Afrika Selatan Soroti Ketimpangan AI

Pidato Penutup Gibran pada G-20 Afrika Selatan Soroti Ketimpangan AI

NASIONAL
Wamenlu: Banyak Negara G-20 Ingin Kerja Sama dengan Indonesia

Wamenlu: Banyak Negara G-20 Ingin Kerja Sama dengan Indonesia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon