Beri Insentif, Distributor Aluminium Tingkatkan Kemitraan dengan UMKM
Senin, 23 November 2020 | 07:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat bagi sejumlah bidang usaha. Namun, PT Djuara Aluminium Nusantara (Djuan) selaku distributor utama aluminium terus berupaya mencari solusi agar tetap berkembang di tengah krisis tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kemitraan bersama ratusan pengrajin aluminium dalam memproduksi berbagai keperluan rumah tangga.
"Setelah melakukan sejumlah pembenahan, kami mendorong perusahaan terus meningkatkan kemitraan dengan para pengrajin, terutama di sekitar kawasan Citeureup, Cibinong dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat," jelas Direktur Utama PT Djuara Aluminium Nusantara, Tarsisius Tukijan, belum lama ini.
Seperti diketahui, PT Djuan merupakan distributor aluminium untuk berbagai keperluan, mulai dari berbagai peralatan rumah tangga (memasak) hingga keperluan industri lainnya. Kemitraan dengan para pengrajin tersebut sebenarnya sudah terjalin cukup lama dengan difasilitasi Koperasi Simpan Pinjam Dian Artha Rahardja (Kopdar). Sebagian besar dari mitra pengrajin tersebut umumnya skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada awal Oktober lalu, PT Djuan menggelar syukuran atas pemantapan perusahaan dengan jajaran direksi yang baru. Sekaligus menyiapkan beberapa insentif bagi pengrajin yang konsisten meningkatkan pembelian aluminium.
Adapun para pengrajin tersebut mengolah aluminium lembaran menjadi berbagai peralatan rumah tangga (memasak) seperti loyang, dandang, oven, dan berbagai alat dapur lainnya.
Menurut Tukijan, pola kemitraan yang sudah dibangun tersebut untuk memudahkan para pengrajin dalam membeli bahan baku sehingga menopang perusahaan dalam menyiapkan stok yang cukup. "Kebutuhan dari pengrajin cukup besar jadi perlu pasokan yang cukup agar produksi mereka juga tidak terhalang. Kami sangat berharap agar sinergi yang sudah terjalin terus ditingkatkan," jelasnya.
Direktur Operasional PT Djuan, Niko Pangemanan, menambahkan di tengah pandemi Covid-19 ini tidak mudah mempertahankan produksi agar tetap stabil karena anjloknya daya beli masyarakat. Untuk itu, ada beberapa insentif yang bakal disediakan kepada pengrajin yang bisa mencapai target tertentu.
"Ada beberapa insentif yang sudah disiapkan perusahaan untuk menggairahkan pengrajin yang sebagian besar adalah UMKM. Ini dimaksudkan agar produksi mereka juga semakin ditingkatkan," ujar Niko.
Tukijan menambakan, selain pengembangan bersama mitra pengrajin, pihaknya juga meladeni beberapa permintaan untuk skala industri, seperti keperluan infrastruktur dan manufaktur lainnya.
"Ada beberapa permintaan skala industri yang sudah kami penuhi di luar Jabodetabek. Bulan Januari nanti kami akan mengembangkan pasar di Semarang, Jawa Tengah. Setelah itu akan menyusul beberapa daerah lainnya," jelas alumnus Universitas Atmajaya ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




