Target 1 Juta Barel 2030 Butuh Investasi Rp3.528 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (0)   |   COMPOSITE 6258.75 (0)   |   DBX 1361.34 (0)   |   I-GRADE 179.18 (0)   |   IDX30 502.509 (0)   |   IDX80 134.874 (0)   |   IDXBUMN20 393.542 (0)   |   IDXESGL 138.721 (0)   |   IDXG30 140.869 (0)   |   IDXHIDIV20 444.908 (0)   |   IDXQ30 144.657 (0)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (0)   |   IDXV30 132.413 (0)   |   INFOBANK15 1051.36 (0)   |   Investor33 433.839 (0)   |   ISSI 179.41 (0)   |   JII 608.801 (0)   |   JII70 214.954 (0)   |   KOMPAS100 1205.85 (0)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1692.14 (0)   |   MNC36 321.868 (0)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (0)   |   SRI-KEHATI 368.746 (0)   |  

Target 1 Juta Barel 2030 Butuh Investasi Rp3.528 Triliun

Rabu, 25 November 2020 | 06:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Untuk mencapai target produksi sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030, Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$ 250 miliar (Rp 3.528 triliun) atau sekitar US$ 25 miliar (Rp 352 triliun) setiap tahun, serta komitmen yang mendukung kepastian berusaha investor.

“Investasi ini mutlak dibutuhkan industri hulu migas, untuk melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan maupun produksi. Oleh karena itu pada saat yang sama kami juga membutuhkan kepastian berusaha bagi investor,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, di Jakarta, Rabu (25/11).

Target 1 juta BOPD dan 12 BSCFD atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) merupakan puncak produksi baru bagi Indonesia. Secara historis puncak sebelumnya terjadi pada tahun 1998, dengan tingkat produksi sebesar 2,9 juta BOEPD.

SKK Migas telah menyiapkan 4 (empat) strategi untuk mengejar target produksi tersebut. Pertama, mempertahankan produksi-produksi yang sudah ada. Kedua, upaya percepatan sumber daya menjadi produksi. Ketiga, penerapan enhanced oil recovery (EOR). Keempat, melakukan kegiatan eksplorasi yang masif.

Menurut Dwi, keempat strategi tersebut saling terkait, sehingga semuanya harus memenuhi target yang ditetapkan. Misalnya, untuk kegiatan pengeboran, berdasarkan perhitungan teknis harus ada peningkatan kegiatan.

“Kalau sebelumnya kegiatan pemboran dilakukan sekitar 300 pemboran per tahun, maka mulai tahun depan diharapkan ada kegiatan untuk 600 sumur. Tahun-tahun ke depan diharapkan bisa dinaikkan lagi,” katanya.

Dwi menjelaskan, road map yang disusun SKK Migas bukan hal yang mengada-ada, mengingat telah ada detail yang diidentifikasi, seperti blok mana saja yang akan berproduksi dan berapa volume tambahannya.

“Namun demikian perencanaan itu harus diusahakan, agar bisa direalisasi. Di sinilah yang membutuhkan kerjasama semua instansi, karena penguatan hulu migas untuk mendatangkan investor itu tidak bisa dilakukan oleh SKK Migas sendiri,” katanya.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengatakan, target tersebut merupakan goal yang harus dicanangkan mengingat konsumsi BBM di Indonesia naik setiap tahunnya.

Tahun lalu, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, konsumsi BBM meningkat sekitar 3,5 - 4 persen. Saat ini, konsumsi BBM kurang lebih 1,6 juta BOPD, sedangkan lifting sekitar 705.000 BOPD.

Apabila konsumsi BBM meningkat setiap 3,5-5 persen per tahun, maka konsumsi minyak pada tahun 2050 diperkirakan mencapai 2,5 juta BOPD. “Target 1 juta BOPD sangat tepat untuk mengurangi defisit kebutuhan BBM dalam negeri,” kata Sugeng.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan, pihaknya telah melakukan sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti Kementerian Keuangan untuk memberikan insentif, Kementerian Pertahanan dalam rangka survei di lapangan bisa berjalan aman dan lancar, dan instansi lainnya untuk mendukung pencapaian target 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030 ini.

“Sinergi dengan seluruh pihak terkait menjadi kunci untuk pencapaian target tersebut,” kata Tutuka.

Terkait sistem fiskal, telah ditetapkan Permen ESDM No. 12 Tahun 2020 yang merupakan penegasan pemberlakuan bentuk Kontrak Kerja Sama (KKS) dan fleksibilitas opsi bentuk KKS. Fleksibilitas ini akan memberikan kenyamanan bagi investor untuk bisa memilih dan menghitung keuntungan, serta disesuaikan dengan portofolio perusahaan.

Tutuka menegaskan, pemerintah sepakat bahwa setiap strategi untuk menaikkan produksi migas harus sejalan dengan kondisi lapangan dan regulasinya. Insentif yang diberikan juga menyesuaikan dengan kebutuhan kontraktor seperti DMO holiday, investment credit, dan depresiasi dipercepat. Kebijakan ini juga akan dibarengi dengan keterbukaan data dan optimalisasi split.

"Harapannya, industri hulu migas lebih bergairah, sambil menunggu harga minyak naik," kata Tutuka.

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro, menegaskan, dalam setiap keputusan investasi dibutuhkan kepastian. “Kepastian itu, pertama, secara ekonomi menarik. Kedua, secara kontrak dijamin keberadaannya,” ujar Hilmi.

Terkait mempertahankan existing production, kata Hilmi, banyak lapangan tua yang biayanya sangat tinggi, sehingga tidak ekonomis dikembangkan. Akan menjadi ekonomis apabila bagi hasilnya bisa diubah.

Kemudian, mentransformasikan discover resources menjadi produksi. Saat ini, banyak marginal field yang dianggap tidak ekonomis. Cadangan-cadangan migas yang kecil ini akan menjadi menarik apabila ada insentif yang spesial.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Data Pengangguran Picu Dow Ambles Balik ke Bawah 30.000

Dow Jones Industrial Average turun sekitar 173,77 poin, atau 0,6% menjadi 29.872,47

EKONOMI | 26 November 2020

Gandeng Pelaku Industri, Sekolah Kemperin Siap Produksi Ventilator

Kemperin meninjau pelatihan perakitan ventilator yang diselenggarakan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di SMK SMTI Yogyakarta.

EKONOMI | 26 November 2020

Bursa Eropa Turun karena Momentum Harapan Vaksin Memudar

Indeks Pan-European Stoxx 600 menyelesaikan perdagangan turun 0,06%.

EKONOMI | 26 November 2020

Pengguna RI Dominasi Festival Belanja UC 11.11 di Enam Negara

Pengguna di Indonesia sumbang 71% dari keseluruhan partisipan dari enam negara.

EKONOMI | 26 November 2020

Dimasa Pandemi, Omzet Halal Network International Terus Meningkat

Selama masa pandemi, HNI malah membukukan omzet yang mencapai jumlah fantastis, menyentuh angka triliunan Rupiah.

EKONOMI | 25 November 2020

Solusi untuk Milenial, APD Kembangkan Kota Podomoro Tenjo

Agung Podomoro Group (APG) sedang mengembangkan kota mandiri dan satelit baru, Kota Podomoro Tenjo yang menyediakan hunian yang cocok untuk milenial.

EKONOMI | 25 November 2020

Sandiaga Uno Optimistis Resesi Indonesia Berakhir 2021

Sandiaga Uno optimistis ketersediaan vaksin untuk mencegah Covid-19 dapat membuat ekonomi tumbuh positif pada 2021.

EKONOMI | 25 November 2020

Pengangguran Bertambah, Dow Jones dan S&P Melemah

Dow Jones melemah 0,35%, S&P 500 turun 0,19%, dan Nasdaq naik 0,2%.

EKONOMI | 25 November 2020

Investasi di Jawa Barat Paling Diminati Investor

Hingga triwulan III-2020, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp 86,3 triliun, tertinggi dibandingkan wilayah yang lain dengan persentase 14,1%.

EKONOMI | 25 November 2020

Pembangunan Rumah Murah Terdampak Pandemi

Target REI tahun 2020 untuk membangun rumah sederhana sebanyak 239.000 unit rumah, tetapi kenyataan sampai hari ini, turun hingga 40%.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS