Akhir 2020, BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 4%
Minggu, 6 Desember 2020 | 14:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2020 di kisaran 2%-4% (year on year/yoy). Untuk mengejar target tersebut, kredit korporasi difokuskan pada sektor yang relatif tidak terdampak pandemi dan memiliki kontribusi positif, termasuk berorientasi ekspor dan padat karya.
Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menyebutkan, porsi kredit korporasi BNI sebesar 53% terhadap total kredit keseluruhan. Ke depannya, BNI akan menargetkan korporasi top tier.
Silvano mengakui bahwa selama pandemi, hampir seluruh sektor ekonomi terdampak baik secara langsung atau tidak, termasuk yang dialami BNI. Meski demikian dia tetap optimistis BNI berpotensi tumbuh di tengah tekanan ekonomi. Segmen korporasi BNI diperkirakan tumbuh 4-5% untuk kredit modal kerja dan investasi.
"Sementara untuk kredit sindikasi, kontribusinya terhadap portofolio sampai Oktober lalu adalah 17% dari keseluruhan kredit korporasi. Di tengah pandemi BNI optimistis hingga akhir tahun kontribusi sindikasi bisa sama dengan tahun lalu yaitu sebesar 20%," ujar Silvano di Jakarta, Minggu (6/12/2020).
Tahun ini BNI juga telah menyalurkan kredit pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk korporasi sebesar Rp 3,7 triliun atau 15% dari total kredit yang disalurkan. Adapun untuk tahun ini, beberapa sektor korporasi masih relatif baik di tengah pandemi seperti komoditas pertambangan, sektor makanan dan minuman. "Barang-barang yang affordable di market dan dikonsumsi khalayak. Food and beverage dan konsumer, pertambangan, komoditas yang kami lihat demand-nya cukup sehat," katanya.
Silvano menyebutkan dengan kolaborasi kebijakan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, ekonomi di 2021 akan tumbuh. Dengan begitu, BNI bisa fokus pada sektor-sektor yang akan mengalami pemulihan. Sektor pertanian, informasi, komunikasi, jasa, kesehatan, kegiatan sosial dan jasa pendidikan sudah menunjukan pemulihan di kuartal III-2020. Selain itu, sektor perdagangan, transportasi, pergudangan, makanan dan minuman juga diperkirakan pulih lebih cepat seiring mobilitas masyarakat dan vaksin.
Silvano menegaskan Indonesia masih memiliki potensi besar dengan berbagai sektor unggulan yang tidak dimiliki negara lain. Namun tetap dibutuhkan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi ini, agar ketika krisis berakhir, segmen korporasi bisa pulih lebih cepat karena multiplier effect-nya sangat besar. "Perbaikan sektor korporasi akan berpengaruh ke segmen lainnya, bukan cuma sesama korporasi tetapi segmen konsumer dan ritel," kata Silvano.
Selain itu, kebijakan BI dan OJK sepanjang pandemi Covid-19 sangat membantu, seperti perpanjangan insentif restrukturisasi kredit. Berdasarkan survei internal, sebagian besar debitur mengaku butuh waktu untuk memperbaiki kondisi bisnis akibat pandemi.
"Sejalan dengan restrukturisasi dan sebagaimana strategi di tengah pandemi kami ambil langkah pre emptif pencadangan aset. Sehingga rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio BNI hingga kuartal III-2020 berada di level di atas 200%," sebut dia
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




