Logo BeritaSatu

Super Energy Anggarkan Capex Rp 100 Miliar di Tahun Depan

Senin, 21 Desember 2020 | 16:50 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten yang bergerak di bidang perdagangan minyak, gas dan jasa transportasi pertambangan dan perminyakan lainnya, PT Super Energy Tbk (SURE) menilai, permintaan terhadap gas masih cukup besar. Di sisi lain suplai mengalami keterbatasan. Hal ini menjadi sentimen positif yang kuat untuk memasuki tahun 2021 sehingga mendorong pertumbuhan kinerja perseroan.

"Sentimen paling penting itu fundamental ekonominya atau struktur bisnis kita. Di mana terlihat sekali permintaan itu lebih besar dari pasokan. Itu sentimen positif yang kuat,” ucap Direktur Utama Super Energy, Agustus Sani Nugroho dalam paparan publik secara virtual, Senin (21/12/2020).

Permintaan tersebut membuat perseroan berani melakukan ekspansi terus menerus untuk menyediakan suplai gas. Untuk itu, perseroan akan terus mencari sumber gas baru pada tahun depan.

Seperti diketahui, perseroan sejak 6 November 2020 memulai proses akuisisi PT Energy Mina Abadi (EMA). Akuisisi ini dilakukan untuk menemukan sumber-sumber gas baru dan melakukan ekspansi pasar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan mengakuisisi EMA, perseroan mendapatkan tiga tambahan anak perusahaan lagi. Sehingga, perseroan memiliki total lima anak usaha yang terkonsolidasi.

"Ini merupakan langkah korporasi kami yang signifikan dan besar. Ini akan mendorong sentimen positif, bahwa kami siap terus mengembangkan pasar di wilayah yang baru,” kata Agustus.

Untuk mendukung langkah tersebut, Super Energy mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp 100 miliar untuk tahun depan.

Direktur SURE, Andreas Sugihardjo Tjendana mengatakan, dana capex tersebut akan berasal dari kas internal. "Capex tersebut rencananya digunakan untuk penambahan armada dan beberapa investasi lagi,” jelas dia.

Terkait proyeksi, Super Energy memproyeksikan pendapatan perseroan pada tahun depan akan mencapai Rp 683 miliar, dengan laba bersih Rp 80 miliar. "Itu proyeksi tahun depan, pasti meningkat dari tahun ini, karena tahun depan lima anak usaha yang terkonsolidasi sudah beroperasi,” pungkas Andreas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Searah Mata Uang Asia, Rupiah Melemah ke Rp 15.237

Transaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.222- Rp 15.243 per dolar AS.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

20 Menit Perdagangan, Aksi Beli Saham Warnai Gerak IHSG

Pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 15,7 poin (0,19%) menjadi 7.059 dan Investor33 melemah menjadi ke 492,1

EKONOMI | 7 Oktober 2022

IHSG Rawan Profit Taking, Cermati MEDC, PNLF, ICBP, dan EMTK

Level resistance IHSG berada di 7.094,7.135, 7.178, 7.256 dengan support 7.054, 7.010, 6.968, 6.925.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Ditjen Hubdat Sosialisasi SPM Angkutan Sungai dan Danau

Sosialisasi dilakukan untuk mengoptimalkan angkutan sungai dan danau serta pelabuhan penyeberangan, dalam menghubungkan wilayah di Indonesia.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Indonesia-Jepang Perkuat Ekosistem Startup Indonesia

Japan Indonesia Innovation Meetup 2022 akan mempertemukan perusahaan rintisan Jepang dan Indonesia guna memperkuat ekosistem startup.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Data Pekerjaan AS Jadi Fokus Investor, Harga Emas Melemah

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1.714,29 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS datar (flat) di US$ 1.720,8.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Harga Minyak Naik karena Pemotongan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 69 sen, atau 0,8% menjadi US$ 88,45 barel, setelah ditutup naik 1,4% pada Rabu.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Jayamas Medica Lepas 15% Saham ke Publik, Cek Jadwalnya

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OneMed), pemimpin pasar alat kesehatan Indonesia akan melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO).

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan

Dow Jones Industrial Average turun 346,93 poin, atau 1,15%, menjadi 29.926,94 dan S&P 500 kehilangan 1,02% menjadi 3.744,52.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Bursa Eropa Melemah karena Gagal Manfaatkan Momentum Positif

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,5% Kamis setelah sebelumnya sempat naik lebih 0,8%.

EKONOMI | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mengandung Pestisida, Mi Sedaap Ditarik dari Pasar Singapura

Mengandung Pestisida, Mi Sedaap Ditarik dari Pasar Singapura

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings