Super Energy Anggarkan Capex Rp 100 Miliar di Tahun Depan
Senin, 21 Desember 2020 | 16:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten yang bergerak di bidang perdagangan minyak, gas dan jasa transportasi pertambangan dan perminyakan lainnya, PT Super Energy Tbk (SURE) menilai, permintaan terhadap gas masih cukup besar. Di sisi lain suplai mengalami keterbatasan. Hal ini menjadi sentimen positif yang kuat untuk memasuki tahun 2021 sehingga mendorong pertumbuhan kinerja perseroan.
"Sentimen paling penting itu fundamental ekonominya atau struktur bisnis kita. Di mana terlihat sekali permintaan itu lebih besar dari pasokan. Itu sentimen positif yang kuat," ucap Direktur Utama Super Energy, Agustus Sani Nugroho dalam paparan publik secara virtual, Senin (21/12/2020).
Permintaan tersebut membuat perseroan berani melakukan ekspansi terus menerus untuk menyediakan suplai gas. Untuk itu, perseroan akan terus mencari sumber gas baru pada tahun depan.
Seperti diketahui, perseroan sejak 6 November 2020 memulai proses akuisisi PT Energy Mina Abadi (EMA). Akuisisi ini dilakukan untuk menemukan sumber-sumber gas baru dan melakukan ekspansi pasar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan mengakuisisi EMA, perseroan mendapatkan tiga tambahan anak perusahaan lagi. Sehingga, perseroan memiliki total lima anak usaha yang terkonsolidasi.
"Ini merupakan langkah korporasi kami yang signifikan dan besar. Ini akan mendorong sentimen positif, bahwa kami siap terus mengembangkan pasar di wilayah yang baru," kata Agustus.
Untuk mendukung langkah tersebut, Super Energy mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp 100 miliar untuk tahun depan.
Direktur SURE, Andreas Sugihardjo Tjendana mengatakan, dana capex tersebut akan berasal dari kas internal. "Capex tersebut rencananya digunakan untuk penambahan armada dan beberapa investasi lagi," jelas dia.
Terkait proyeksi, Super Energy memproyeksikan pendapatan perseroan pada tahun depan akan mencapai Rp 683 miliar, dengan laba bersih Rp 80 miliar. "Itu proyeksi tahun depan, pasti meningkat dari tahun ini, karena tahun depan lima anak usaha yang terkonsolidasi sudah beroperasi," pungkas Andreas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




