ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Libur Akhir Tahun, Jumlah Penumpang Semua Moda Transportasi Turun

Selasa, 5 Januari 2021 | 13:57 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Tim Mechanical Maintenance bagian dari PT Angkasa Pura II (Persero) melintas di tengah ramainya penumpang yang hendak terbang ke kampung halaman untuk liburan Natal dan Tahun Baru, Terminal 2, Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (23/12/2020). PT Angkasa Pura II meningkatkan kesiapan dan kesigapan personel Bandara Soekarno - Hatta. Diantaranya, pemeriksaan validasi surat hasil tes Covid - 19 disamping identitas diri dan tiket penerbangan dan pelaksanaan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak (3M).
Tim Mechanical Maintenance bagian dari PT Angkasa Pura II (Persero) melintas di tengah ramainya penumpang yang hendak terbang ke kampung halaman untuk liburan Natal dan Tahun Baru, Terminal 2, Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (23/12/2020). PT Angkasa Pura II meningkatkan kesiapan dan kesigapan personel Bandara Soekarno - Hatta. Diantaranya, pemeriksaan validasi surat hasil tes Covid - 19 disamping identitas diri dan tiket penerbangan dan pelaksanaan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak (3M). (BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com – Pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan di semua moda transportasi. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah, guna menekan penyebaran Covid-19.

"Hal ini memang secara sistematis kita kehendaki. Di satu sisi memang banyak masyarakat yang tidak bepergian dan pulang ke kampung, dan kami juga sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Hal ini sesuai arahan dari Bapak Presiden untuk mengawal ketat protokol kesehatan di masa libur Nataru," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menutup Posko Nataru secara virtual, Selasa (5/1/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Nataru dari tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021, terjadi penurunan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan penyelenggaraan angkutan Nataru tahun lalu dengan periode yang sama.

Pada angkutan bus turun, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 59,87% yaitu dari 2.127.971 penumpang menjadi 853.970 penumpang. Untuk angkutan penyeberangan, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 47,87% yaitu dari 3.063.561 penumpang menjadi 1.596.915 penumpang.

ADVERTISEMENT

Pada angkutan udara, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 42,30% dari 3.602.821 penumpang menjadi 2.078.764 penumpang. Pada angkutan laut, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 62,80% dari 1.380.422 penumpang menjadi 513.503 penumpang. Sedangkan pada angkutan kereta api, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 83,83% dari 3.495.773 penumpang menjadi 565.414 penumpang.

"Penurunan jumlah penumpang ini bukan berarti prestasi dari sektor transportasi menurun, tetapi ini merupakan bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap menjaga protokol kesehatan. Kami mengapresiasi kesadaran dari masyarakat," ungkap Menhub.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan, untuk mencegah penularan Covid-19 di sektor transportasi, Kemhub telah menindaklanjuti Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 dengan memberlakukan sejumlah aturan yang ketat terkait protokol kesehatan seperti, kewajiban melakukan Rapid Test Antigen maupun PCR Test di beberapa daerah tujuan, serta melakukan pengecekan Rapid Tes Antigen secara acak di simpul-simpul transportasi.

"Kami bersama stakeholder transportasi telah melakukan pengawasan persyaratan Rapid Test Antigen secara intensif di sektor udara dan kereta api, serta secara acak kami lakukan juga pengetesan Rapid Test Antigen di darat dan laut," ujar Menhub.

Menhub berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi bersama agar penyelenggaraan sektor transportasi dapat berjalan lebih baik lagi kedepannya.

"Kita telah berhasil menyelesaikan tugas yang tidak ringan, di mana tahun 2020 ini tantangannya luar biasa. Karena kita tidak hanya bertugas memastikan keselamatan dan keamanan transportasi, tetapi juga aspek kesehatan, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan konsisten. Kami akan melakukan evaluasi agar penyelenggaraan angkutan Nataru tahun depan lebih baik lagi, " tutur Menhub.

Posko Terpadu Tingkat Nasional Angkutan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 secara serentak ini melibatkan Kepolisian RI, Dinas Perhubungan, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum Damri, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelni, PT Pelindo II, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT KAI, PT Jasa Marga, dan instansi terkait lainnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Anggota DPR Nilai Menhub Tak Serius Sikapi Kecelakaan Maut KA di Bekasi

Anggota DPR Nilai Menhub Tak Serius Sikapi Kecelakaan Maut KA di Bekasi

NASIONAL
Drone Kargo Raksasa Siap Operasi di Indonesia

Drone Kargo Raksasa Siap Operasi di Indonesia

EKONOMI
Kecelakaan di Jalur Kereta, Pemerintah Perkuat Keamanan di Pelintasan

Kecelakaan di Jalur Kereta, Pemerintah Perkuat Keamanan di Pelintasan

EKONOMI
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Kereta Kemenhub

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Kereta Kemenhub

NASIONAL
Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

NASIONAL
Pemerintah Kembangkan Pelabuhan Bali Utara untuk Urai Macet Ketapang

Pemerintah Kembangkan Pelabuhan Bali Utara untuk Urai Macet Ketapang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon