Hingga Juli, Minat Investasi Asing US$20 Miliar
Selasa, 18 September 2012 | 13:04 WIB
Investor yang berminat antara lain di sektor kimia, pertambangan, farmasi, teknologi informasi, maupun smelter.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, hingga Juli 2012 pengajuan Penanaman Modal Asing (PMA) di Tanah Air mencapai sekitar US$20 miliar.
"Hingga Juli, sejumlah perusahaan sudah menyampaikan "expression interest" untuk menanamkan modal di sini," kata Kepala BKPM Chatib Basri usai menjadi pembicara pada "Indonesia Investment Forum- Capitalising on Indonesia's Economic Strategics," di Jakarta, Selasa.
Menurut Chatib, pengajuan investasi tersebut lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2011. Sayangnya dia tidak merinci nama perusahaan dan asal negara yang telah menyampaikan minat investasi tersebut.
Chatib hanya mengungkapkan, investor yang berminat antara lain di sektor kimia, pertambangan, farmasi, teknologi informasi, maupun smelter.
Menurut catatan, sederet nama yang disebut-sebut akan masuk ke Indonesia antara lain Honam Petrochemical Corporation (Korea Selatan), Quanta Computer Incorporated (Taiwan), Foxconn Technology Group (Taiwan).
Sebelumnya Chatib menuturkan, minat investasi asing ke Indonesia masih tetap tinggi, meskipun isu korupsi dan teroris merebak.
"Bukan berarti aksi teroris dan korupsi tidak berdampak negatif. Tentu kita sangat tidak menginginkan hal itu terjadi, dengan situasi global seperti sekarang ini, Indonesia masih negara yang paling aktraktif dibanding negara-negara lain," tegas Chatib.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, hingga Juli 2012 pengajuan Penanaman Modal Asing (PMA) di Tanah Air mencapai sekitar US$20 miliar.
"Hingga Juli, sejumlah perusahaan sudah menyampaikan "expression interest" untuk menanamkan modal di sini," kata Kepala BKPM Chatib Basri usai menjadi pembicara pada "Indonesia Investment Forum- Capitalising on Indonesia's Economic Strategics," di Jakarta, Selasa.
Menurut Chatib, pengajuan investasi tersebut lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2011. Sayangnya dia tidak merinci nama perusahaan dan asal negara yang telah menyampaikan minat investasi tersebut.
Chatib hanya mengungkapkan, investor yang berminat antara lain di sektor kimia, pertambangan, farmasi, teknologi informasi, maupun smelter.
Menurut catatan, sederet nama yang disebut-sebut akan masuk ke Indonesia antara lain Honam Petrochemical Corporation (Korea Selatan), Quanta Computer Incorporated (Taiwan), Foxconn Technology Group (Taiwan).
Sebelumnya Chatib menuturkan, minat investasi asing ke Indonesia masih tetap tinggi, meskipun isu korupsi dan teroris merebak.
"Bukan berarti aksi teroris dan korupsi tidak berdampak negatif. Tentu kita sangat tidak menginginkan hal itu terjadi, dengan situasi global seperti sekarang ini, Indonesia masih negara yang paling aktraktif dibanding negara-negara lain," tegas Chatib.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




