Waskita Karya Tingkatkan Modal Cucu Usaha
Selasa, 2 Februari 2021 | 15:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui PT Waskita Karya Realty (WKR) telah melakukan peningkatan modal kepada PT Waskita Modern Realti (MWR).
Senior Vice President & Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengatakan, peningkatan modal disetor dan ditempatkan pada Waskita Modern Realti sebesar Rp 4,68 miliar. "Adapun tujuan dilakukannya transaksi ini adalah untuk modal kerja pengembangan proyek WMR," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Selasa (2/2/2021).
Untuk diketahui, Waskita Karya Realty merupakan anak perusahaan perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 99,99%, sementara Waskita Modern Realti merupakan anak perusahaan WKR atau cucu usaha perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 60%.
Dengan dilakukannya peningkatan modal tersebut, maka struktur kepemilikan WMR adalah WKR memiliki saham sebanyak 60% atau setara dengan 245,442 saham atau senilai Rp. 245,44 miliar. Sedangkan sisanya PT Bagasasi Inti Pratama mempunyai saham sebanyak 40% atau setara dengan 163,628 saham atau senilai Rp 163,62 miliar.
Sebagai informasi, apabila WKR tidak melakukan peningkatan modal disetor dan ditempatkan pada WMR maka kepemilikan saham WKR pada WMR akan terdilusi. Kemudian, apabila WKR tidak melakukan aksi tersebut, maka mempengaruhi proses pembangunan proyek WMR.
Sebelumnya, Waskita Karya berencana untuk menyelesaikan ruas-ruas jalan tol yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 15-20 triliun.
"Kami akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang bisa sekaligus financing , sehingga Waskita tidak akan terbebani oleh utang lagi," jelas Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam webinar.
Destiawan menambahkan, pihaknya telah menjajaki sejumlah mitra potensial untuk ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,69 kilometer (Km) di Sumatera Selatan dan beberapa ruas tol di sekitar DKI Jakarta seperti Bekasi-Cawang-Kampung Melayu sepanjang 16 km, serta ruas Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km.
Sementara untuk divestasi, perseroan menargetkan bisa melakukan penjualan saham pada 9 hingga 11 ruas jalan tol pada tahun ini. Destiawan mengakui, semula penjualan lima ruas tol ditargetkan bisa dieksekusi pada 2020. Namun lantaran pandemi membuat calon investor sulit melihat langsung ruas tol yang diminati sehingga aksi divestasi menjadi mundur.
Tahun ini diharapkan mereka bisa datang dan melihat secara fisik, karena negosiasi sudah berjalan pada akhir 2020. Mereka juga ingin tahu tren arus lalu lintas seperti apa setelah pandemi," jelas dia.
Untuk diketahui, perseroan adalalah perusahaan pertama di Indonesia yang bisa membangun 1.087 kilometer (km) dalam lima tahun terakhir dengan nilai investasi mencapai Rp 180 triliun. Saat ini, perseroan telah memiliki saham pada 17 ruas konsesi tol, yang sebanyak 5 ruas tol telah beroperasi penuh, 7 ruas tol beroperasi sebagian dan 5 ruas tol masih dalam tahap konstruksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




