Fokus Pasar: Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 11 Februari 2021 | 09:12 WIBJakarta, Beritasatu.com — Pembangunan Ibu Kota Negara baru dan masuknya aliran investasi dinilai dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan pulihnya daya beli yang menurun akibat pandemi Covid-19.
Pilarmas Sekuritas mengatakan, proyek ini diproyeksikan dapat menyerap 1,3 juta tenaga kerja dan mendorong investasi masuk pada tahun ini mencapai Rp 5,817,3 triliun hingga Rp 5,912,1 triliun.
Hal tersebut disampaikan Bappenas di mana pengerjaan proyek baru bisa dimulai jika pandemi Covid-19 bisa dikendalikan, dengan target angka reproduksi efektif virus corona bisa turun ke angka 0,9 dari 1,2 saat ini.
Selain itu Bappenas juga menyampaikan, pembangunan Ibu Kota Negara akan menambah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur sebesar 2,1%, sehingga dapat menjadi tambahan kontribusi bagi perekonomian Kalimantan secara keseluruhan.
"Kami cukup senang terkait dengan pembangunan Ibu Kota Negara, karena hal ini juga mampu mendorong pemerataan pembangunan nasional. Money flow tidak hanya saja bermain di daerah pulau Jawa, tapi juga sudah mulai masuk ke berbagai pelosok daerah," tulis Pilarmas Sekuritas dalam risetnya, Kamis (11/2/2021).
Hal tersebut menjadi penting, sebab ketika pemerataan pembangunan nasional itu terjadi, yang meningkat bukan hanya pembangunan nasional itu saja, tapi juga termasuk pengembangan dan penerapan infrastruktur teknologi dan informasi yang akan mendorong pemerataan penggunaan teknologi di seluruh Indonesia.
"Ketika infrastruktur teknologi dan informasi dibangun, tentu akan mendorong perekonomian digital yang selama ini kita idamkan, Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih hebat dari hari ini," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




