ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jadi Dirut INA, Ridha Wirakusumah: Saya Akan Bekerja Penuh Integritas

Selasa, 16 Februari 2021 | 17:53 WIB
NL
JS
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: JAS
Ridha Wirakusumah berpidato saat diperkenalkan sebagai Ketua Dewan Direktur Lembaga Pengawas Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.
Ridha Wirakusumah berpidato saat diperkenalkan sebagai Ketua Dewan Direktur Lembaga Pengawas Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah menyatakan akan bekerja secara profesional, penuh integritas, dan mengelola secara baik INA.

"Kami tekankan bahwa dalam menjalankan INA, kami secara tegas dan jelas akan menjalankan tugas ini dengan integritas tertinggi dan sesuai tata kelola yang berlaku, sehingga kami dapat menjalankan tugas dengan baik dan benar," kata Ridha saat memberikan keterangan pers usai diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Direktur Utama INA di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Ridha juga berjanji akan menciptakan iklim investasi yang nyaman dan meyakinkan sehingga akan dapat menarik investor berpartisipasi pada program pembangunan di Indonesia.

"Kami akan berusaha keras untuk menjaring investor-investor asing dan dalam negeri agar bisa berpartisipasi bersama dengan INA untuk mengembangkan lagi program-program pemerintah secara lebih cepat sehingga pembiayaannya akan lebih lancar dan menyeluruh, juga meringankan beban pembiayaan atau pinjaman yang tentunya merupakan bagian dari pembangunan," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, lanjutnya, INA sebagai institusi juga akan berupaya keras untuk dapat meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan.

Dana yang akan dikelola INA, lanjutnya, bukanlah pinjaman melainkan modal atau investasi.

"Yang kami cari itu adalah dana modal, bukan dana pinjaman. Dana yang kalau bisa bernilai tambah, dana yang tentunya juga dari sumber-sumber dengan tata kelola yang baik dan bersih," kata Ridha.

Ia menambahkan, semua dana yang nantinya dipercayakan pengelolaannya kepada INA diharapkan terus bertumbuh sehingga menjadi dana abadi dan berkelanjutan dan dapat memakmurkan generasi selanjutnya.

Ia menyatakan akan meneruskan langkah-langkah yang selama ini sudah dilaksanakan dan melihat proyek pembangunan yang berpotensi menarik minat investor.

Selain itu, Ridha menyatakan akan berkonsultasi dengan Dewan Pengawas, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. "Kalau saya boleh mengutip sedikit kata-kata Pak Erick, kira-kira ada dana US$ 9,5 miliar di pipeline yang mungkin kita bisa lihat. Tapi, tentunya kita akan melihat secara saksama untuk meyakinkan bahwa proyek-proyek itu betul-betul bisa membawa good return for us and also for our co-investors," kata Ridha.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua Dewas INA juga menyatakan, banyak manajer investasi (fund manager) yang menyatakan ketertarikannya terhadap SWF Indonesia, bahkan sebelum adanya jajaran direksi INA.

"Kita sudah ada beberapa fund (manager) yang bahkan melakukan expression of interest dengan menulis surat langsung kepada saya dan Pak Erick (Menteri BUMN). Waktu itu, bahkan sebelum Dewas selesai pun sudah menyampaikan keinginannya dan bahkan menyampaikan indikatif angka yang mereka ingin masukkan di dalam Sovereign Wealth Fund ini. Jadi ini menggambarkan bahwa memang potensinya sangat besar," ungkap Menkeu.

Menkeu berharap dengan ditetapkannya jajaran direksi INA, keinginan untuk berinvestasi dari para investor tersebut akan ditindaklanjuti secara lebih detail dan teknis.

"Saya ingin tekankan, yang dari Pak Ridha sangat penting adalah, INA adalah investment, jadi dalam hal ini para calon partner kita adalah bersama-sama berinvestasi. Kita tidak meminjam uang mereka tapi mereka (investor) menginvestasikan bersama-sama kita. Ini adalah cara untuk kita tidak terlalu tergantung kepada leverage atau pinjaman," ujar Menkeu.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon