ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko PMK: Pendonor Plasma Konvalesen Naik Empat Kali Lipat

Selasa, 16 Februari 2021 | 22:56 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Menteri Kooordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial Tri Rismaharini menyaksikan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang menginisiasi kegiatan donor plasma konvalesen di PMI UDD Kota Surabaya, Selasa, 16 Februari 2021.
Menteri Kooordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial Tri Rismaharini menyaksikan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang menginisiasi kegiatan donor plasma konvalesen di PMI UDD Kota Surabaya, Selasa, 16 Februari 2021. (Istimewa)

Surabaya, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui jumlah pendonor plasma konvalesen meningkat empat kali lipat dibanding sebelum ada Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen.

Meski pendonor meningkat, jumlah persediaan plasma konvalesen saat ini masih sangat kurang dibanding dengan jumlah pasien yang membutuhkan. Stok secara nasional saat ini 159 kantong dengan berbagai jenis golongan darah. Sedangkan yang antre 626 orang.

"Yang sudah berhasil dibagikan lebih dari 17.000 orang," kata Muhajir saat meninjau donor plasma konvalesen di Kantor PLN UID Jatim di Surabaya, Selasa (16/2/2021).

Masih kurangnya jumlah persediaan plasma konvalesen saat ini karena tidak semua penyintas Covid-19 bisa mendonorkan plasmanya. Selain ada kriteria yang perlu dipenuhi, juga faktor golongan darah juga menjadi penentu.

ADVERTISEMENT

"Karena faktor inilah tidak semua pasien Covid-19 yang membutuhkan dengan mudah bisa mendapatkan plasma konvalesen. Golongan darahnya harus sesuai," ujarnya.

Karena itu, Muhadjir mengingatkan para penyintas Covid-19 agar tetap bersedia mau datang ke PMI atau rumah sakit yang sudah menyediakan fasilitas donor konvalesen. Pasalnya, donor plasma konvalensen merupakan salah satu upaya alternatif yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi selain melalui vaksin.

"Plasma konvalesen berperan signifikan meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. Bahkan, tingkat kesembuhan dengan plasma darah itu mencapai 100% untuk gejala ringan dan sedang. Karena itu, kami berterimakasih pada semua pihak yang turut mendukung melalui penyelenggaraan kegiatan donor plasma konvalesen," katanya.

Pada hari yang sama, Muhadjir yang didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini juga mengunjungi Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya untuk menyaksikan pemberian piagam penghargaan oleh PMI Surabaya kepada sedikitnya 10 pihak yang telah mendukung kegiatan donor plasma konvalesen.

Salah satunya adalah BUMN Pelindo III yang menginisiasi pelaksanaan donor plasma konvalesen di Surabaya hingga mengumpulkan sedikitnya 369 kantong.

Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto mengatakan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III melibatkan pegawai dan masyarakat umum dan digelar pada 21-22 Januari 2021 sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Kegiatan tersebut merupakan donor plasma kedua setelah sebelumnya pada Desember 2020.

"Kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus sebagai edukasi kepada para penyintas bahwa plasma konvalesen sebagai salah satu upaya memberikan pertolongan bagi para pasien Covid-19 kategori sedang dan berat, karena terapi plasma konvalesen sebagai alternatif dalam upaya penyembuhan Covid-19," jelas Edi.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Kota Surabaya Budi Arifah mengatakan kebutuhan plasma konvalesen saat ini cukup besar khususnya di wilayah Surabaya. Hal itu terjadi karena pihaknya tidak hanya melayani permintaan plasma dari luar Kota Surabaya. PMI UDD Kota Surabaya setiap hari menerima permintaan sedikitnya 75 kantong plasma dengan jumlah persediaan yang terbatas.

"Kami terus mendorong partisipasi masyarakat khususnya para penyintas Covid-19 untuk berkenan melakukan donor plasma sebagai upaya dalam membantu sesama. Saat ini jumlah persediaan tidak sebanding dengan permintaan," tutupnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon