ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UMKM Harus Melek Digital untuk Naik Kelas

Jumat, 19 Februari 2021 | 19:11 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi UMKM berbasis kearifan lokal.
Ilustrasi UMKM berbasis kearifan lokal. (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sedang dihadapkan pada tantangan besar, yaitu tantangan pandemi virus Covid-19 dan tantangan Industry 4.0 dimana pasar banyak yang bertransformasi ke ranah digital dan media online.

Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam perekonomian nasional di masa pandemi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemkop UKM) mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemkop UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan, platform digital dapat memberikan dampak yang baik dan berkelanjutan bagi UMKM.

"Platform digital akan memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan bagi usaha yang dikembangkan UMKM," kata Hanung Harimba Rachman, di acara webinar nasional Bangga Buatan Indonesia pada Kamis (18/2/2021).

ADVERTISEMENT

Hanung mengatakan, pelaku UMKM yang harus berjuang untuk mempertahankan usaha, wajib melakukan perubahan bisnis dan sigap melakukan adaptasi, baik itu adaptasi atas penerapan protokol kesehatan, juga adaptasi teknologi.

"Tidak dapat dipungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Sebabnya, pelaku bisnis UMKM dapat menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman online, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat usahanya terus berputar," tandas Hanung.

Sementara, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id, Arief Munajad mengatakan, UMKM harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Pasalnya, tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang."Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut," ujar Arief.

Arief mengungkapkan, pandemi ini memaksa seluruh industri di dunia untuk mengubah strategi branding-nya agar bisa bertahan di industrinya. "Strategi branding di era new normal memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan era sebelumnya," ungkapnya.

Arief berharap, UMKM tidak ragu lagi untuk memulai adaptasi teknologi dan digitalisasi untuk mempermudah kegiatan operasionalnya, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

"Perbedaannya terletak pada bagaimana cara UMKM berinteraksi dengan kosumennya. Oleh karena itu, diperlukan pengoptimalan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen mereka," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

EKONOMI
Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

EKONOMI
AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

EKONOMI
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

EKONOMI
OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon