ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

10 Saham Grup Bakrie Bertumbangan

Senin, 24 September 2012 | 13:19 WIB
MM
B
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: B1
Ilustrasi: bursa saham
Ilustrasi: bursa saham (Antara)
Saham Bumi Plc di London turun tajam, ini memberi dampak negatif kepada anak usahadi lantai bursa.

Sebanyak 10 saham grup Bakrie bertumbangan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (24/9) menyusul aksi jual massif saham Bumi Plc di bursa London (London Stock Exchange) akhir pekan lalu 

"Saham Bumi Plc di London turun tajam, ini memberi dampak negatif kepada anak usaha di lantai bursa," kata analis BNI Securities Viviet S Putri kepada Beritasatu.com, hari ini.

Hingga sesi I siang perdagangan di BEI, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp60 (7,14 persen) menjadi Rp780 dari sebelumnya Rp820, hal yang sama menimpa saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun Rp5 (8,57 persen) menjadi Rp54 dari Rp59.

Berikutnya PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) turun Rp5 (7,87 persen) menjadi Rp81 dari sebelumnya Rp89, di bidang perkebunan saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) amblas Rp6 (4,11 persen) menjadi Rp140 dari Rp146.

Adapun saham kelompok afiliasi grup Bakrie di bidang kontraktor energi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga tergerus Rp4 (4,17 persen) menjadi Rp92 dari sebelumnya Rp96, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di sektor pertambangan batubara bercokol di dasar batas minimal harga saham yakni Rp50 dengen frekuensi 18 kali.

Begitu juga dengan induk usahanya PT Bakrie & Brothers yang pada perdagangan hari ini tidak ditransaksikan. Adapun saham PT Berau Coal Energy tergerus Rp9 (4,39 persen) menjadi Rp196 dari Rp205, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tertekan Rp40 (7,02 persen) menjadi Rp530 dari sebelumnya Rp570

Viviet mengungkapkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (21/9) saham Bumi Plc di bursa London tergerus  21 persen menjadi Rp195,90 sen poundsterling dari posisi sebelumnya 250,10 sen poundsterling. Penurunan ini merupakan level terendah sepanjang sejarah.

Viviet mensinyalir, penurunan harga saham Bumi Plc juga tak lepas dari membumbungnya utang anak usahanya Bumi Resources yang segera jatuh tempo. Sebagai gambaran utang jatuh tempo Bumi Resources tahun ini mencapai US4638 juta.

Sejumlah kabar menyebutkan, kejatuhan Bumi Plc  karena tidak adanya kejelasan nasib penjualan Fajar Bumi Sakti yang diharapkan mencapai US$200 juta untuk membayar sebagian kecil utangnya.

Bumi Plc (dulu Vallar Plc) merupakan induk usaha Bumi Resources dan Berau Coal Energy yang dibentuk pada 28 Juni 2011 lalu bersama Nathaniel Rothschild. Perusahaan ini merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia termasuk China, India, dan Jepang.

Dalam transaksi ini, Vallar melalui anak usahanya Vallar Investment UK Limited menguasai 25 persen saham Bumi Resources dari kepemilikan Bakrie & Brothers. Sebaliknya, Vallar menyerahkan 90,07 juta saham baru kepada Grup Bakrie. Bakrie and Brothers mendapatkan 49,38 juta saham baru Vallar itu.

Saham Roller Coaster
Adapun saham Bumi Resources di BEI juga tergolong fenomenal. Ibarat roller coaster, saham milik kelompok grup Bakrie ini pada tahun 2006 masih berkisar Rp740, hanya dalam dua tahun naik signifikan menjadi Rp8.100, atau naik lebih dari 900 persen

Selanjutnya, saham primadona di era 2007 ini merosot 95,2 persen pada tahun 2008, dari level Rp8.100 menjadi Rp385 pada tahun 2009. Tidak sedikit investor yang menjadi “korban”  fluktuasi saham Bumi.

Setelah membaik hingga level Rp3450 pada tahun 2011, kini saham Bumi kembali membuat “drama” karena dalam sepanjang tahun 2012 terus merosot mencapai 74 persen.

Utang Bumi Resources Tbk yang jatuh tempo

1. 2012 mencapai US$638 juta (Rp6,38 triliun).
2. 2013 mencapai US$1,1 miliar
3. 2014 mencapai US$635 juta
4. 2015 sebesar US$313 juta
4, 2016 sebesar US$450 juta
5. 2017 sebesar US$700 juta.

Jika disederhanakan, hingga 2014 Bumi harus melunasi utang jatuh tempo sebesar US$3 miliar (Rp30 triliun).

Sumber laporan keuangan Bumi 2011

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon