ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemperin Wadahi Desainer Muda Berkarya Lewat MOFP

Kamis, 25 Februari 2021 | 19:25 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Direktur Jenderal IKMA, Kemperin, Gati Wibawaningsih.
Direktur Jenderal IKMA, Kemperin, Gati Wibawaningsih. (Ismewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Para desainer muda membutuhkan wadah dan panggung untuk meningkatkan kapasitas serta kemampuan diri, khususnya sebagai wirausaha di bidang fesyen muslim serta memperkenalkan potensi produk fesyen muslim dalam negeri. Untuk itu, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2021 dalam rangka pengembangan desainer fesyen muslim muda.

Dirjen IKMA Kemperin Gati WIbawaningsih mengatakan, perkembangan umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu pertumbuhan industri fesyen muslim. "The State Global Islamic Ecomony Report 2020/2021 melaporkan konsumsi fesyen muslim dunia tahun 2019 diperkirakan mencapai US$ 277 miliar, sedangkan konsumsi fesyen muslim dunia pada 2024 diperkirakan mencapai US$ 311 miliar," terang Gati saat memberikan keynote speech pada acara Kick Off Modest Fashion Project 2021, Kamis (25/2/2021).

Sementara konsumsi fesyen muslim Indonesia pada tahun 2019 mencapai US$ 16 miliar, terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Saudi Arabia dan Pakistan. Kemperin melihat hal ini sebagai peluang pasar bagi pelaku industri fesyen muslim nasional untuk mampu mengisi pasar domestik maupun global.

Gati menyampaikan bahwa pengembangan fesyen muslim di Indonesia mempunyai kinerja yang diakui di dunia internasional. Bberdasarkan The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. "Hal ini menunjukkan peluang Indonesia untuk dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia," kata Gati.

ADVERTISEMENT

Selain itu industri fesyen muslim yang merupakan bagian dari industri pakaian jadi memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kemperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai US$ 7,04 miliar. Industri fesyen juga sangat erat hubungannya dengan sektor industri tekstil memberikan kontribusi sebesar 6,76% pada produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan non-migas di tahun 2020.

Gati menambahkan, desainer memiliki peran yang penting dalam mengembangkan industri fesyen muslim dimana para desainer dapat memberikan warna serta inovasi baru dalam pengembangan produk fesyen muslim di Indonesia. "Diharapkan kompetisi ini dapat dijadikan batu loncatan bagi teman-teman sekalian para desainer fesyen untuk dapat menjadi seorang wirausaha baru di bidang fesyen muslim yang berkualitas dan berdaya saing", kata Gati.

MOFP 2021 yang memasuki tahun keempat merupakan kompetisi desain dan konsep bisnis fesyen muslim. "Pemenang 20 besar kompetisi MOFP berhak mendapatkan program pembinaan dari Ditjen IKMA," kata Gati.

Acara Kick Off MOFP 2021 merupakan tanda telah bergulirnya kompetisi yang pada tahun ini kembali dilaksanakan secara daring. Acara juga diisi dengan talkshow dan fashion show virtual karya desain para desainer finalis dan juara kompetisi MOFP di tahun-tahun sebelumnya yang telah dibina Kemperin.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon