ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

"The American Dream" dan Jangan Investasi di Obligasi, Ini Isi Surat Warren Buffet

Minggu, 28 Februari 2021 | 10:39 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Investor kakap Warren Buffet, CEO dan pendiri Berkshire Hathaway Inc.
Investor kakap Warren Buffet, CEO dan pendiri Berkshire Hathaway Inc. (AFP)

New York, Beritasatu.com - Tidak ada orang yang lebih percaya akan "mimpi Amerika" selain Warren Buffet, investor kakap yang dijuluki "Peramal dari Omaha". Kesimpulan ini terlihat dari suratnya kepada pemegang saham mesin investasinya, Berkshire Hathaway.

"Dalam sejarah singkatnya yang baru 232 tahun...tidak ada inkubator yang bisa melepaskan potensi umat manusia seperti Amerika," kata CEO Berkshire Hathaway itu dalam suratnya, Sabtu (27/2/2021). "Meskipun mengalami gangguan, pertumbuhan ekonomi AS tetap menakjubkan. Kesimpulannya: Jangan ragukan Amerika."

Dalam suratnya, Buffet mengatakan Berkshire memiliki aset AS terbesar di AS (properti, pabrik, peralatan) secara nilai dibandingkan perusahaan-perusahaan lain. Jumlah aset tetap Berkshire Hathaway di AS adalah US$ 154 miliar, diikuti AT&T dengan US$ 127 miliar.

Buffet menyontohkan dua portofolionya di AS -BNSF Railway dan Berkshire Hathaway Energy (BHE)- yang berhasil mencatat laba US$ 8,3 miliar di tengah pandemi.

ADVERTISEMENT

Menurut Buffet, sektor perkeretaapian saat ini telah dewasa dan rasional setelah melalui 150 tahun masa konstruksi, sengketa, kebangkrutan, reorganisasi dan merger. Sementara BHE diproyeksikan menjadi pemimpin energi bersih di masa depan. BHE saat ini telah memulai pekerjaan ekspansi dan renovasi sistem kelistrikan di bagian barat AS.

"Kisah sukses akan terus terulang di AS. Sejak negara ini berdiri, individu dengan gagasan, ambisi, dan sedikit modal berhasil mencapai cita-cita mereka dan menciptakan sesuatu yang baru,' kata Buffet.

Hindari Obligasi
Terkait investasi, Buffet menganjurkan investor menghindari pasar obligasi yang saat ini memiliki suku bunga yang rendah di seluruh dunia.

Yield acuan Obligasi 10 Tahun turun dari 15,8% di September 1981 ke 0,93% di akhir 2020. Sementara pemegang surat utang Jerman dan Jepang menderita yield negatif. Saat ini obligasi acuan AS sudah kembali naik ke kisaran 1,5%, tertinggi sejak Februari 2020.

Berkshire membeli kembali US$ 9 miliar sahamnya di triwulan IV 2020 lalu, sehingga total buyback saham mencapai US$ 24,7 miliar, rekor buyback terbesar. Laba operasi Berkshire akhir 2002 naik ke US$ 5,02 miliar dari US$ 4,42 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. Saham Berkshire Hathaway menyentuh rekor tertinggi Kamis lalu, naik 52% dari level terendahnya 23 Maret 2020 lalu. Tahun ini, saham kelas A naik 5%.

Berkshire memanfaatkan momentum kebangkitan pasar modal untuk mengakumulasi saham-saham murah. Baru-baru ini Berkshire menambah posisi di Chevron, Verizon, saham-saham farmasi. Apple masih menjadi portofolio terbesar, yang mampu mengurangi dampak pandemi terhadap saham rel kereta api dan asuransi.

Pelaku dan pengamat pasar modal masih menantikan aksi korporasi Buffet berikutnya. Berkshire Hathaway diketahui memiliki dana US$ 138 miliar yang bisa digunakan untuk akuisisi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanpa Warren Buffett, Rapat Berkshire Tak Lagi Meriah

Tanpa Warren Buffett, Rapat Berkshire Tak Lagi Meriah

EKONOMI
Apa Alasan Warren Buffett Mulai Lepas Saham BYD sejak 2022?

Apa Alasan Warren Buffett Mulai Lepas Saham BYD sejak 2022?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon