"The American Dream" dan Jangan Investasi di Obligasi, Ini Isi Surat Warren Buffet
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

"The American Dream" dan Jangan Investasi di Obligasi, Ini Isi Surat Warren Buffet

Minggu, 28 Februari 2021 | 10:45 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Tidak ada orang yang lebih percaya akan "mimpi Amerika" selain Warren Buffet, investor kakap yang dijuluki "Peramal dari Omaha". Kesimpulan ini terlihat dari suratnya kepada pemegang saham mesin investasinya, Berkshire Hathaway.

"Dalam sejarah singkatnya yang baru 232 tahun...tidak ada inkubator yang bisa melepaskan potensi umat manusia seperti Amerika," kata CEO Berkshire Hathaway itu dalam suratnya, Sabtu (27/2/2021). "Meskipun mengalami gangguan, pertumbuhan ekonomi AS tetap menakjubkan. Kesimpulannya: Jangan ragukan Amerika."

Dalam suratnya, Buffet mengatakan Berkshire memiliki aset AS terbesar di AS (properti, pabrik, peralatan) secara nilai dibandingkan perusahaan-perusahaan lain. Jumlah aset tetap Berkshire Hathaway di AS adalah US$ 154 miliar, diikuti AT&T dengan US$ 127 miliar.

Buffet menyontohkan dua portofolionya di AS -BNSF Railway dan Berkshire Hathaway Energy (BHE)- yang berhasil mencatat laba US$ 8,3 miliar di tengah pandemi.

Menurut Buffet, sektor perkeretaapian saat ini telah dewasa dan rasional setelah melalui 150 tahun masa konstruksi, sengketa, kebangkrutan, reorganisasi dan merger. Sementara BHE diproyeksikan menjadi pemimpin energi bersih di masa depan. BHE saat ini telah memulai pekerjaan ekspansi dan renovasi sistem kelistrikan di bagian barat AS.

"Kisah sukses akan terus terulang di AS. Sejak negara ini berdiri, individu dengan gagasan, ambisi, dan sedikit modal berhasil mencapai cita-cita mereka dan menciptakan sesuatu yang baru,' kata Buffet.

Hindari Obligasi
Terkait investasi, Buffet menganjurkan investor menghindari pasar obligasi yang saat ini memiliki suku bunga yang rendah di seluruh dunia.

Yield acuan Obligasi 10 Tahun turun dari 15,8% di September 1981 ke 0,93% di akhir 2020. Sementara pemegang surat utang Jerman dan Jepang menderita yield negatif. Saat ini obligasi acuan AS sudah kembali naik ke kisaran 1,5%, tertinggi sejak Februari 2020.

Berkshire membeli kembali US$ 9 miliar sahamnya di triwulan IV 2020 lalu, sehingga total buyback saham mencapai US$ 24,7 miliar, rekor buyback terbesar. Laba operasi Berkshire akhir 2002 naik ke US$ 5,02 miliar dari US$ 4,42 miliar periode yang sama tahun sebelumnya. Saham Berkshire Hathaway menyentuh rekor tertinggi Kamis lalu, naik 52% dari level terendahnya 23 Maret 2020 lalu. Tahun ini, saham kelas A naik 5%.

Berkshire memanfaatkan momentum kebangkitan pasar modal untuk mengakumulasi saham-saham murah. Baru-baru ini Berkshire menambah posisi di Chevron, Verizon, saham-saham farmasi. Apple masih menjadi portofolio terbesar, yang mampu mengurangi dampak pandemi terhadap saham rel kereta api dan asuransi.

Pelaku dan pengamat pasar modal masih menantikan aksi korporasi Buffet berikutnya. Berkshire Hathaway diketahui memiliki dana US$ 138 miliar yang bisa digunakan untuk akuisisi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prudential Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah bagi Perempuan

Pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan maupun asuransi masih rendah.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Delapan Varietas Perkebunan Lulus Penilaian Kementan

Sebanyak delapan varietas perkebunan teranyar disetujui untuk dilepas Menteri Pertanian setelah lulus dari Tim Penilai Varietas (TPV) Ditjen Perkebunan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Dockyard Sorong

Dewan Komisaris berkesempatan mengunjungi Pertamina Dockyard Sorong yang merupakan salah satu business unit PT Pertamina.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Menteri Basuki: Infrastruktur Berkelanjutan Ikut Kurangi Emisi Karbon

Pembangunan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan dilakukan sebagai upaya pengurangan emisi karbon dan berketahanan terhadap perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ditopang Infrastruktur, ALFI Sebut Biaya Logistik Turun Jadi 21,3%

Berdasarkan perhitungan yang dibuat ALFI, biaya logistik sudah turun ke angka 21,3% dari produk domestik bruto (PDB).

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ketiban Berkah Naiknya Harga CPO, Rugi FAP Agri Menurun

FAP Agri membukukan peningkatan penjualan kuartal III 2021 sebanyak 16% menjadi Rp 1,4 triliun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Gojek Dorong Inovasi di Tiga Layanan Utama

Gojek akan menguji coba penggunaan 500 sepeda motor listrik di Jakarta Selatan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Penerbitan Sukuk Global Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah telah menerbitkan sovereign green sukuk senilai US$ 3,5 miliar sebagai salah satu upaya untuk membiayai penanganan perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Bukalapak Genjot Lini Bisnis Pengadaan Barang dan Jasa

Sejak 2016, BukaPengadaan telah menjadi mitra e-Procurement bagi lebih dari 1.800 pelanggan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Atasi Dampak Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Anggaran Rp 3.779 Triliun

Biaya mitigasi perubahan iklim secara kumulatif dari tahun 2020-2030 mencapai Rp 3.779 triliun, atau sekitar Rp 343,6 triliun per tahun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Tiongkok Sebut Taiwan Tak Berhak Bergabung di PBB

Tiongkok Sebut Taiwan Tak Berhak Bergabung di PBB

DUNIA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings