Oktober, Indofarma Tawarkan MTN Rp500 Miliar
Rabu, 26 September 2012 | 13:11 WIB
Perseroan tengah mempersiapkan dokumen rencana penerbitan surat utang jangka menengah (MTN) ke Bapepam-LK
PT Indofarma Tbk (INAF) berencana mengeluarkan medium term notes (MTN) senilai Rp500 miliar pada pertengahan Oktober 2012.
Direktur Utama Indofarma Djakfaruddin Yunus mengungkapkan perseroan tengah mempersiapkan dokumen rencana penerbitan surat utang jangka menengah (MTN) ke Bapepam-LK.
Dalam rangka penerbitan MTN tersebut, perseroan sudah mendapatkan peringkat 'A' dari Pefindo. "'Rating' kita kan bagus 'A-'. Logikanya, A- itu sudah bagus," tutur Djakfaruddin di Jakarta, hari ini.
Dana hasil penerbitan MTN nantinya untuk memperkuat modal kerja serta kas perseroan. Dalam rangka penerbitan MTN ini, perseroan sudah mendapatkan persetujuan dari Bank Mandiri Tbk sebagai debitur Indofarma.
"Kita kemarin menandatangani pinjaman kepada Bank Mandiri senilai Rp100 miliar untuk bangun pabrik," katanya.
Ia mengakui, pinjaman dari Bank Mandiri ini baru cair sebesar Rp16 miliar pada Agustus 2012, dan dana itu digunakan dulu untuk membeli mesin.
Indofarma berencana membangun pabrik di Cibitung, Jawa Barat, untuk memproduksi obat generik dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar. Pembangunan pabrik ini untuk meningkatkan kapasitas produksi obat generik perseroan.
Selain itu, sebagai persiapan untuk menyongsong diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 2014 mendatang.
Saat ini kapasitas produksi obat generik Indofarma sekitar 2,3 miliar tablet per tahun. Perseroan berencana menggandakan kapasitas tersebut menjadi 4,6 hingga 5 miliar tablet per tahun.
PT Indofarma Tbk (INAF) berencana mengeluarkan medium term notes (MTN) senilai Rp500 miliar pada pertengahan Oktober 2012.
Direktur Utama Indofarma Djakfaruddin Yunus mengungkapkan perseroan tengah mempersiapkan dokumen rencana penerbitan surat utang jangka menengah (MTN) ke Bapepam-LK.
Dalam rangka penerbitan MTN tersebut, perseroan sudah mendapatkan peringkat 'A' dari Pefindo. "'Rating' kita kan bagus 'A-'. Logikanya, A- itu sudah bagus," tutur Djakfaruddin di Jakarta, hari ini.
Dana hasil penerbitan MTN nantinya untuk memperkuat modal kerja serta kas perseroan. Dalam rangka penerbitan MTN ini, perseroan sudah mendapatkan persetujuan dari Bank Mandiri Tbk sebagai debitur Indofarma.
"Kita kemarin menandatangani pinjaman kepada Bank Mandiri senilai Rp100 miliar untuk bangun pabrik," katanya.
Ia mengakui, pinjaman dari Bank Mandiri ini baru cair sebesar Rp16 miliar pada Agustus 2012, dan dana itu digunakan dulu untuk membeli mesin.
Indofarma berencana membangun pabrik di Cibitung, Jawa Barat, untuk memproduksi obat generik dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar. Pembangunan pabrik ini untuk meningkatkan kapasitas produksi obat generik perseroan.
Selain itu, sebagai persiapan untuk menyongsong diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 2014 mendatang.
Saat ini kapasitas produksi obat generik Indofarma sekitar 2,3 miliar tablet per tahun. Perseroan berencana menggandakan kapasitas tersebut menjadi 4,6 hingga 5 miliar tablet per tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




