Jokowi Minta Kementerian Perdagangan Garap Pasar Ekspor UMKM
Kamis, 4 Maret 2021 | 13:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian Perdagangan menggarap serius perluasan pasar nontradisional serta kapasitas ekspor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Target ekspor sebaiknya tidak hanya AS dan Eropa, namun harus diperluas ke berbagai negara lain yang sedang berkembang.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya saat pembukaan rakornas Kementerian Perdagangan yang dihadirinya secara virtual, Kamis (4/3/2021).
"Saya minta pasar-pasar nontradisional harus terus diperluas. Ini bertahun-tahun selalu kita arahnya selalu Uni Eropa, Amerika. Jangan terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja. Sekarang tumbuh pasar pasar baru yang harus digarap secara serius. Banyak negara yang tumbuh ekonominya, growth-nya lebih dari 5% di Afrika, di Asia Selatan, di Eropa Timur, dan negara-negara lainnya. Harus diseriusi," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengingatkan, pelaku UMKM harus dibantu agar lebih mampu untuk ekspor. Sebab Indonesia perlu lebih banyak UMKM yang menjadi eksportir dalam jumlah yang besar.
"Saat ini 90% pelaku ekspor adalah UMKM. Namun kontribusi ekspornya hanya 13%. Artinya kapasitasnya perlu ditambah, perlu diperbesar," ujar Jokowi.
Dalam konteks itulah Jokowi mengaku pernah meminta menteri perdagangan untuk menghidupkan lagi Dewan Penunjang Ekspor. Yang akan bertugas membantu UMKM agar bisa memperbaiki produksinya, memperbaiki desain produk, packaging, hingga kualitasnya menjadi lebih baik. Tentu saja kerja ini tak bisa dilakukan sendiri karena harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga negara lainnya.
Dalam konteks ekspor itu juga, Jokowi memerintahkan agar penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial dipercepat. Baik itu dengan Australia, Uni Eropa, dan berbagai negara lain yang perjanjiannya sedang dikerjakan. Dengan begitu, pasar produk ekspor Indonesia akan makin luas.
"Khusus untuk sektor-sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja yang banyak seperti otomotif, elektronik, tekstil, kimia dan farmasi, serta makanan dan minuman, harus diberikan stimulus dan fasilitas-fasilitas ekspor. Harus ada insentifnya untuk memperluas pasar terutama negara-negara non-tradisional dengan memanfaatkan kerja sama perdagangan dan mengoptimalkan kinerja perwakilan perdagangan kita yang ada di luar negeri. Kita punya atase perdagangan, kita punya ITPC (Pusat Promosi Perdagangan Indonesia). Semuanya harus bergerak," pungkas Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




