ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satu Per Satu Tantangan Industri Mulai Diselesaikan Secara Perlahan

Jumat, 5 Maret 2021 | 05:55 WIB
LC
WP
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: WBP
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com-Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada awal menjabat menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku industri di dalam negeri. Kini satu per satu tantangan tersebut mulai diselesaikan secara perlahan. Selain itu, kondisi ekonomi nasional dan global akibat pandemi Covid-19 merupakan tantangan untuk mencapai target dan pertumbuhan industri nasional.

Agus menekankan isu penting tantangan industri mendapatkan jaminan bahan baku dan bahan penolong adalah pasokan gas. Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk tujuh sektor industri. "Berdasarkan Permenperin No 18 Tahun 2020, sektor yang mendapat fasilitas tersebut adalah industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, serta industri sarung tangan karet," ucap Agus dalam Rakornas Kementerian Perdagangan Tahun 2021 secara virtual, Kamis, (4/3/2021).

Dia menyebut, terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor tersebut yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957.300 hingga 1,18 juta British Thermal Unit per Day (BBUTD). Dengan fasilitasi ini, beberapa perusahaan mulai merencanakan memperbarui teknologi agar dapat memanfaatkan gas bumi dengan lebih efisien. Kemperin juga telah menyelesaikan permasalahan di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). "Untuk itu ke depan kami tetap membutuhkan dukungan Kementerian Perdagangan karena masih ada isu-isu khusus terkait bahan baku yang perlu menjadi perhatian," kata Menperin.

Terkait permasalahan kekurangan infrastruktur dan minimnya utility, Agus mengungkapkan, Kemperin mendorong tumbuhnya kawasan industri selama 5 tahun terakhir. Kawasan industri tumbuh dari 89 di tahun 2016 menjadi 128 di 2020. "Tentunya ke depan kami masih melihat potensi yang sangat besar dari penambahan kawasan industri ini," papar dia.

ADVERTISEMENT

Untuk mendorong SDM industri yang kompeten kata dia, Kemperin membangun pendidikan vokasi industri menuju dual system. Kemenperin memiliki 18.743 siswa dan mahasiswa di 9 SMK, 10 politeknik dan dua Akademi Komunitas Industri Kemenperin, dengan jumlah lulusan per tahun lebih kurang 5.755 orang yang siap kerja.

Di samping program pendidikan regular, Politeknik Kemperin juga menyelenggarakan program setara Diploma 1 bekerja sama dengan industri dengan lulusan tahun 2020 sebanyak 556 orang yang sudah terserap 100% di industri.

"Untuk penyiapan SDM kompeten jangka pendek, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan diklat sistem 3in1 dengan jumlah lulusan dari tahun 2014-2020 mencapai 177.624 orang, dan direncanakan pada tahun 2021 akan dilatih dan ditempatkan bekerja melalui diklat 3in1 sebanyak 69.399 orang," ucap Menperin.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon