Jababeka Perkuat Digitalisasi Layanan
Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:58 WIB
Jababeka, Beritasatu.com - Jababeka Infrastruktur selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka mendigitalisasi layanannya, yaitu J-FAST (Jababeka Focus to accelerate services tenant) melalui website dan infrastruktur telekomunikasi yang memadai. JFAST sendiri merupakan layanan terpadu satu pintu Jababeka Infrastruktur bagi investor yang mendirikan perusahaan.
General Manager Kawasan Industri Jababeka Rudy Subrata menjelaskan bahwa keandalan infrastruktur telekomunikasi dan servis yang prima, tidak bisa ditawar-tawar lagi di zaman yang sudah memasuki era digital ini. "Zaman sudah digital soalnya dan semua (kegiatan) serba online sekarang. Tetapi, tanpa infrastruktur yang memadai, tidak akan berjalan lancar juga. Ditambah perlunya ada tenant relation berupa pelayanan yang prima, agar tenant (penyewa) bisa nyaman," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/3/2021).
Head of Tenant Relation PT Jababeka Infrastruktur Vega Violetta menegaskan bahwa pelayanan perizinan yang disediakan oleh J-FAST, apakah itu perizinan lingkungan, mendirikan usaha, layak fungsi, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta perpanjangan hak guna bangunan semua sudah digital yang bisa diakses melalui jfast.co.id.
Melalui website, menurutnya para tenant atau calon tenant bisa berkonsultasi terkait kebutuhannya atau bisa menelpon kebutuhan tersebut ke pihak J-FAST melalui customer service J-FAST, lalu pihaknya akan memberikan konsultasi dan memberikan penawaran. Jika sudah mencapai kesepakatan, pihak J-FAST yang akan mengurus semua pengumpulan data dan perizinan sampai selesai.
Dari sisi infrastruktur telekomunikasi, Direktur PT Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel) Muhammad Ayub Arwin mengatakan bahwa Kawasan Industri Jababeka akan menyediakan servis premium berupa penyediaan smart infrastructure dan smart living.
Untuk smart infrastructure, Jababeka Infrastruktur yang merupakan anak perusahaan dari Jababeka Group menyediakan fiber optik, CCTV, lampu di hampir semua titik di lahan seluas 5.600 hektare. Sehingga jika ada pabrik yang mau dibangun sudah bisa terjamin jaringan telekomunikasi dan keamanannya. Karena sudah terpasang fiber optik untuk penyediaan ketersediaan internet berkualitas dan CCTV yang memungkinkan tim sekuriti untuk memonitor.
Sementara untuk smart living, lampu yang di jalanan saat ini sudah bisa dikontrol. Kemudian Kawasan Industri Jababeka juga memiliki aplikasi yang bernama J-Smart. Dengan aplikasi ini, para tenant dan masyarakat setempat lebih mudah mengadukan keluhan, mendapatkan layanan dan berkomunikasi langsung antara tenant dan pengelola atau pihak lain.
"Kebetulan ke depan kita juga ingin mengeluarkan klaster baru, mulai Espace Block dan Smart Manufacture Hub, kawasan industri halal, bio tech, high tech, yang begitu launching, harapannya investor asing mau investasi," tutup Rudy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




