Melambat, TD Valas Capai US$2,99 Miliar
Kamis, 27 September 2012 | 20:53 WIB
TD Valas yang belakangan menurun disebabkan kinerja ekspor Indonesia yang belum begitu baik.
Bank Indonesia (BI) mencatat total nilai valuta asing (valas) yang ditampung dalam Term Deposit (TD) Valas saat ini mencapai US$2,99 miliar.
Namun, nilai tersebut lebih rendah dibandingkan lelang-lelang sebelumnya yang sempat kelebihan permintaan (oversubscribed).
“itu untuk semua tenor, Tapi sempat nilainya di atas US$3 miliar, yaitu pada 13 Agustus 2012,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Hendar kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, hari ini.
Hendar mengaku belum bisa memprediksi ke depan. Dia hanya mengungkapkan, TD Valas yang belakangan menurun disebabkan kinerja ekspor Indonesia yang belum begitu baik. Untuk itu, suplai valas ke domestik masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Beberapa lelang sudah tidak oversubscribed karena bank ada keperluan menyalurkan ke kredit. Kalau ekspornya sudah pulih mungkin nanti akan bisa di atas US$3 miliar lagi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, nilai tersebut bukan berarti ekses likuiditas valas di perbankan sebesar demikian. Pasalnya, masih banyak valas yang ditempatkan bank di luar negeri, serta di giro dalam negeri.
“Ini kan US$3 miliar berasal dari dana pihak ketiga (DPK) valas juga. Tapi penempatan yang ada di luar negeri lebih dari itu,” ungkap Hendar.
Bank Indonesia (BI) mencatat total nilai valuta asing (valas) yang ditampung dalam Term Deposit (TD) Valas saat ini mencapai US$2,99 miliar.
Namun, nilai tersebut lebih rendah dibandingkan lelang-lelang sebelumnya yang sempat kelebihan permintaan (oversubscribed).
“itu untuk semua tenor, Tapi sempat nilainya di atas US$3 miliar, yaitu pada 13 Agustus 2012,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Hendar kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, hari ini.
Hendar mengaku belum bisa memprediksi ke depan. Dia hanya mengungkapkan, TD Valas yang belakangan menurun disebabkan kinerja ekspor Indonesia yang belum begitu baik. Untuk itu, suplai valas ke domestik masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Beberapa lelang sudah tidak oversubscribed karena bank ada keperluan menyalurkan ke kredit. Kalau ekspornya sudah pulih mungkin nanti akan bisa di atas US$3 miliar lagi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, nilai tersebut bukan berarti ekses likuiditas valas di perbankan sebesar demikian. Pasalnya, masih banyak valas yang ditempatkan bank di luar negeri, serta di giro dalam negeri.
“Ini kan US$3 miliar berasal dari dana pihak ketiga (DPK) valas juga. Tapi penempatan yang ada di luar negeri lebih dari itu,” ungkap Hendar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




