ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mandiri Investasi Targetkan Dana Kelolaan Rp 73 Triliun

Rabu, 10 Maret 2021 | 20:02 WIB
GR
WP
Penulis: Gita Rossiana | Editor: WBP
Investor memantau monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Investor memantau monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mandiri Manajemen Investasi menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tahun ini mencapai Rp 73 triliun atau naik dari 2020 sebesar Rp 67,6 triliun.

Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti menjelaskan, target itu akan ditopang reksa dana saham yang pertumbuhannya bisa mencapai 18% tahun ini. Kemudian reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap yang akan bertumbuh sekitar 20%. "Sementara untuk reksa dana terproteksi diperkirakan agak berkurang karena produk yang sudah mature cukup banyak, sedangkan untuk replacement-nya tidak banyak," jelas dia dalam acara konferensi pers secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Endang menilai dengan perkembangan pasar modal saat ini, investor mulai memindahkan portofolionya ke instrumen yang lebih berisiko, yakni reksa dana saham. Perkembangan ini, terutama untuk reksa dana offshore atau reksa dana yang menempatkan portofolionya di saham luar negeri.

Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu ketika reksa dana pasar uang bertumbuh pesat. Pasalnya pada 2020, kondisi pasar belum begitu stabil sehingga investor menghindari aset berisiko.

ADVERTISEMENT

Untuk mencapai target dana kelolaan, Mandiri Investasi akan mengeluarkan sejumlah produk dan memperdalam kinerja produk yang sudah diterbitkan. Produk pertama yang akan diterbitkan adalah reksa dana terproteksi untuk menggantikan produk yang jatuh tempo. "Namun, produk yang diganti ini tidak akan banyak karena kami memang selektif," papar dia.

Produk baru lainnya adalah reksa dana saham berbasis offshore. Kemudian, reksa dana indeks dan reksa dana pasar uang berbasis dolar AS.

Di sisi lain, Mandiri Investasi juga akan meluncurkan produk alternatif, Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) lanjutan untuk ruas tol Gempol-Pasuruan. Dari produk ini, perseroan menargetkan dana sebesar Rp 1 triliun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon