ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Aprilia Mengalami Hipospadia, Kenali Penyebabnya

Kamis, 11 Maret 2021 | 18:48 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Aprilia Manganang (kiri) dan Komang Bumi Rekta, saat membela Bandung Bank Jabar di Proliga 2020.
Aprilia Manganang (kiri) dan Komang Bumi Rekta, saat membela Bandung Bank Jabar di Proliga 2020. (Berita Satu/Bernadus Wijayaka)

Jakarta, Beritasatu.com - Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, Aprilia yang selama ini dikenal atlet voli perempuan berprestasi ini dinyatakan sebagai pria setelah menjalani sejumlah pemeriksaan medis. Aprilia dinyatakan memiliki kelainan sistem reproduksi atau dikenal hipospadia.

Dokter Urologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusuomo (RSCM) Arry Rodjani mengatakan, penyebab hipospadia berawal dalam proses kehamilan. "Teorinya banyak, namun sampai sekarang para ahli belum tahu persis," kata Arry dalam "Lunch Talk: Siapa Dia Hipospadia?" yang ditayangkan Beritasatu TV, Kamis (11/3/2021).

Arry mengatakan diduga seorang bayi terkena hipospadia dipengaruhi gaya hidup (lifestyle) ibu hamil, seperti penggunaan pestisida dan bahan kimia pada makanan atau penggunaan kosmetik. "Dalam 30 tahun terakhir yang tadinya 1 dari 300 sekarang menjadi 1 dari 200 atau 250 laki-laki itu menderita hipospadia," kata dia.

Arry mengatakan, seseorang dengan hipospadia gejala ringan atau sedang, tidak berpengaruh pada kemampuan berhubungan seksual (sexual intercourse). Tetapi kalau penisnya bengkok dengan kurvatur lebih 30 derajat, maka akan kesulitan berhubungan seksual. "Jadi kalau operasi, penis dibuat lurus dan uretra berada di ujung batang penis," kata dia.

ADVERTISEMENT

Dari segi kesehatan, kata Arry, seorang hipospadia tidak berdampak apa-apa. "Secara kesehatan baik-baik saja. Kalau hipospadia ringan, tidak perlu operasi karena secara fungsional normal," kata dia.

Arry menjelaskan, organ-organ genital laki-laki maupun perempuan hingga minggu ke-6 kehamilan tidak bisa dibedakan. :Jika kromosomnya XY perempuan rusak, maka jalur laki-lakinya yang berkembang. Kemudian alat-alat yang terbuka, menjadi menutup ke depan. Kenapa itu bisa tertutup karena hormon-hormon androgen yang terganggu, itu yang menjadi penyebab hipospadia," kata Dosen Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon