Acset Indonusa Setujui Proposal Damai PKPU Proyek Indonesia I
Sabtu, 13 Maret 2021 | 18:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) bersama dengan China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) pada pengerjaan proyek Indonesia 1 telah memberikan persetujuan atas proposal perdamaian yang diajukan oleh PT China Sonangol Media Investment (CSMI) sebagai keputusan dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan KSO sejak 12 November 2020 lalu.
Selain KSO, anak usaha Acset yang terlibat dalam proyek yang sama, yakni PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI) turut terdaftar sebagai pemohon dalam PKPU ini.
Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari menjelaskan, KSO dan BINKEI memutuskan secara bersama-sama untuk mengajukan PKPU sebagai upaya untuk memperoleh kepastian pembayaran dari CSMI atas tagihan progres pekerjaan proyek Indonesia 1 yang sudah dikerjakan oleh KSO dan BINKEI, namun belum dibayarkan oleh pihak CSMI.
"Hal ini krusial untuk mendukung kinerja keuangan dan memenuhi kebutuhan modal kerja dalam aktivitas operasional perusahaan," ujar Maria seperti dikutip keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (13/3/2021).
Proposal perdamaian yang diajukan oleh CSMI tersebut telah disetujui melalui keputusan hasil Rapat Pemusyawaratan Majelis Hakim CSMI pada tanggal 12 Maret 2021 (Putusan Perdamaian). Sehingga, CSMI sudah dapat melaksanakan restrukturisasi pembayaran utang kepada KSO dan BINKEI yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2021 ini.
CSMI akan melanjutkan pembangunan proyek Indonesia 1 dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam Putusan Perdamaian tersebut. Dalam hal ini, Acset berkomitmen untuk selalu menghormati dan menjalankan proses hukum yang berlaku.
"Kami mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses PKPU ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," ungkap Maria.
Perseroan, sambungnya, meyakini bahwa tahap ini merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh perusahaan untuk dapat membantu kinerja keuangan emiten konstruksi grup Astra tersebut secara keseluruhan.
Akhir tahun 2020, Acset Indonusa mencatatkan rugi bersih hingga Rp 1,32 triliun atau membengkak dibanding akhir tahun 2019, yang mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,13 triliun. Sementara, total pendapatan bersih sebesar Rp 1,20 triliun atau turun 69,49% dibanding tahun 2019, yang sebesar Rp 3,947 triliun. Lalu, aset perseroan tercatat sebesar Rp 3,055 triliun atau anjlok 70,78% dibanding akhir tahun 2019, yang mencapai hingga Rp 10,44 triliun.
Sedangkan, Acset Indonusa membukukan nilai kontrak baru sekitar Rp 289 miliar pada tahun lalu yang terdiri dari proyek fondasi dan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.
Untuk tahun 2021, perseroan berupaya untuk mendapatkan proyek-proyek baru secara selektif. Selain itu, perseroan juga akan memastikan bahwa proyek baru tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitas operasional perseroan. Acset Indonusa juga membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kerja sama proyek pembangunan infrastruktur dari pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




