Pos Indonesia Berpotensi Jadi Kanal Penerimaan GNWU
Kamis, 18 Maret 2021 | 11:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan potensi Rp 180 triliun per tahun, gerakan ini perlu didukung kanal penerima wakaf. Untuk itu, PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di pelosok berpotensi menjadi kanal penerimaan wakaf uang sehingga memudahkan masyarakat.
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan bahwa Pos Indonesia memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan wakaf uang.
"Jadi kami laporkan Pak Wapres, bahwa Pos Indonesia ini punya 4.850 cabang di seluruh Indonesia, kita punya agen jasa keuangan sekitar 20.000 agen yang juga tersebar di seluruh Indonesia," paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/3/2021).
Pos Indonesia juga akan mempermudah para pewakaf dalam membayarkan wakafnya karena dapat dilakukan secara fisik dengan datang ke kantor pos atau dengan interaksi digital melalui aplikasi Pos Giro Mobile (PGM). "Sistem inti kami di jasa keuangan ini menggunakan giro. Giro kami ini tidak sama dengan giro bank, karena giro pos tidak memberikan imbal jasa sebagaimana gironya bank," paparnya.
Di samping itu, lanjut Faizal, Pos Indonesia memiliki empat program bisnis syariah yakni, bisa menerima setoran haji reguler, kerja sama dengan travel haji untuk pengurusan umroh dan haji, perdagangan emas digital melalui kerja sama berbagai pihak termasuk Pegadaian serta pembiayaan haji dan umroh.
Sementara Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan, PT Pos merupakan salah satu kanal potensial karena cabangnya tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Jadi saya kira ini merupakan kanal yang sangat efektif, sehingga masyarakat di mana-mana bisa berwakaf melalui PT Pos," ungkap Wapres.
Oleh sebab itu, Wapres meminta kepada Pos Indonesia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna membahas kerjasama yang dapat dilakukan. "Maka nanti saya minta PT Pos Indonesia untuk berkomunikasi dengan Badan Eksekutif KNEKS yang juga memang bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




