Kinerja Keuangan Tahunan 2020
Raup Laba Bersih Rp 266 Miliar, Kinerja PTPP Lampaui Target
Kamis, 18 Maret 2021 | 21:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Merebaknya wabah pandemi Covid-19 di Indonesia yang dimulai sejak awal tahun 2020 berdampak dalam semua sektor. Tidak hanya dalam sektor kesehatan, sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut mengalami dampak signifikan akibat pandemi Covid-19 ini.
Di tahun 2020, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,83 triliun, dan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar. Sedangkan, realisasi laba bersih per saham atau Earnings Per Share (EPS) di tahun ini sebesar Rp21.
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan dibukukan sebesar Rp13,65 triliun turun 32,5% dari tahun 2019 sebesar Rp20,25 triliun, sehingga perseroan masih mengantongi laba kotor sebesar Rp2,17 triliun dengan kenaikan marjin laba kotor sekitar 13,73%.
Kenaikan marjin laba kotor emiten konstruksi pelat merah tersebut, sebagian besar didominasi oleh proyek-proyek yang berada pada tahap pekerjaan cut and fill seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Jalan Tol Semarang Demak. Di akhir tahun 2020, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp53,47 triliun.
Corporate Secretary PTPP, Yuyus Juarsa, mengatakan, pencapaian kinerja keuangan ini terjadi karena dampak pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia maupun seluruh dunia sejak awal tahun 2020.
"Akibat pandemi, terdapat beberapa tender proyek yang telah diikuti oleh perseroan harus ditunda oleh pemilik proyek akibat adanya perubahan alokasi anggaran," kata Yuyus Juarsa dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Sebelumnya di awal tahun 2020, kata Yuyus, perseroan sangat optimistis dengan menetapkan target kinerja perusahaan bertumbuh dibandingkan realisasi kinerja keuangan di tahun 2019. Namun, akibat merebaknya wabah pandemi Covid-19 yang dampaknya turut dirasakan semua sektor, perseroan melakukan penyesuaian atau revisi target kinerja perusahaan tahun 2020.
"Perseroan menilai hasil kinerja keuangan tahun 2020 ini telah sesuai dengan revisi target kinerja, bahkan pencapaian kinerja tersebut melebihi target yang telah direvisi," tegasnya.
Yuyus menambahkan, pencapaian kinerja keuangan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik dimana dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, perseroan masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar. "Pencapaian tersebut melampaui target revisi yang telah ditetapkan sebelumnya," tambahnya.
Atas pencapaian realisasi kinerja keuangan 2020 tersebut, lanjut Yuyus, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih sekitar 40% dan 50% di tahun 2021. "Dengan melakukan penyusunan strategi perusahaan untuk jangka pendek dan menengah, perseroan berharap dapat mencapai target perusahaan di tahun ini," pungkas Yuyus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




