ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Yield US Treasury Melonjak, Obligasi Indonesia Tetap Menarik

Jumat, 19 Maret 2021 | 20:26 WIB
GR
WP
Penulis: Gita Rossiana | Editor: WBP
Ilustrasi Obligasi.
Ilustrasi Obligasi. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai, melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) ikut berdampak pada pergerakan yield obligasi di Indonesia. Namun demikian, yield rill dari obligasi di Indonesia masih sangat menarik di mata investor asing.

Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja mengatakan, vaksinasi yang berjalan lancar di Amerika Serikat AS) dan disahkannya stimulus ekonomi senilai US$ 1,9 triliun mendorong ekspektasi pemulihan ekonomi akan lebih cepat. "Pemulihan ekonomi akan diikuti oleh kenaikan inflasi dan suku bunga, dan pada akhirnya akan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi," jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (19/3/2021).

Namun ekspektasi ini belum memperhitungkan kondisi lain, seperti tingginya pengangguran yang membuat inflasi sulit naik dan kebijakan bank sentral yang tetap mempertahankan suku bunga rendah. Artinya masih sangat mungkin volatilitas imbal hasil obligasi dunia kembali reda.

Tanpa memperhatikan kondisi lain ini, ekspektasi tersebut sudah mempengaruhi perkembangan yield obligasi di Indonesia. "Imbal hasil obligasi pemerintah berdenominasi rupiah dengan tenor 10 tahun saat ini berada di atas level 6,5%, meningkat dari kisaran 5,9% pada akhir 2020," jelas Freddy.

ADVERTISEMENT

Namun dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, imbal hasil riil (imbal hasil dikurangi dengan ekspektasi inflasi) obligasi Indonesia masih menjadi salah satu yang paling tinggi di kawasan. Imbal hasil riil ini juga sangat menarik di mata investor asing dari negara maju.

Dengan imbal hasil riil yang tinggi, inflasi rendah, likuiditas domestik yang melimpah, dan potensi meningkatnya arus dana asing menjadi faktor pendukung pasar obligasi Indonesia pada tahun 2021 ini. Kondisi ini juga bisa dimanfaatkan investor untuk mulai mendiversifikasikan dananya ke reksa dana pendapatan tetap.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon