Di Tengah Pandemi, Laba Bersih 2020 AKR Corporindo Naik 30%
Kamis, 25 Maret 2021 | 10:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 925 miliar pada 2020. Laba bersih ini bertumbuh 30% dibandingkan periode 2019 yang mencapai Rp 714 miliar.
Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, perolehan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan laba usaha sebesar 15% menjadi Rp 1,25 triliun. Selain itu, ditopang pula oleh arus kas operasi yang meningkat 62% menjadi Rp 1,06 triliun.
"Neraca keuangan juga menunjukkan performa yang kuat dengan menurunnya porsi utang terhadap ekuitas menjadi 22%," ujar Haryanto dalam keterangan resmi, Kamis (25/3/2021).
Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan, pencapaian kinerja ini juga menunjukkan bisnis model yang kuat. Pasalnya, meski di tengah pandemi Covid-19, AKR bisa bertahan dan membukukan kinerja yang konsisten. Hal ini terlihat dari marjin laba usaha yang meningkat menjadi 7,1% dan marjin laba bersih yang mencapai 5,2%.
"Investasi di fasilitas penyimpanan pada pelabuhan utama, jaringan logistik, dan platform IT menjadi kunci sukses dalam mengirimkan produk ke pelanggan dengan tepat waktu serta tanpa kendala. Selain itu, tercapainya efisiensi dalam operasional juga meningkatkan kinerja," papar dia.
Sejauh ini, AKR telah menginvestasikan dana sebesar Rp 7 triliun dalam lima tahun terakhir. Dana ini digunakan untuk meningkatkan infrastruktur logistik dan konektivitas Indonesia. Pengembalian dari investasi ini juga akan mendukung pertumbuhan laba dua digit di masa depan.
Haryanto mengungkapkan, investasi ini termasuk Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) yang telah memberikan kontribusi bagi profitabilitas kami. Sejauh ini, JIIPE menawarkan banyak keuntungan seperti pelabuhan laut dalam, utilitas dan pelayanan dalam 1 pintu, serta kemudahan perizinan.
"Bersama dengan status KEK dan UU Cipta Kerja, JIIPE akan menarik banyak investor," terang dia.
Sementara pada Maret 2021 ini, AKR sudah menjual tanah seluas 14 ha di kawasan JIIPE. Penjualan lahan ini tentunya akan berdampak signifikan terhadap profitabilitas perseroan pada kuartal I-2021.
Belanja Modal
Adapun pada tahun ini, AKR Corporindo mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250-300 miliar pada tahun ini. Belanja modal ini akan digunakan untuk mendukung target kinerja tahun ini.
Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, alokasi belanja modal tahun ini juga tidak banyak seperti halnya tahun lalu. Sesuai rencana, belanja modal ini akan digunakan untuk pengembangan lini usaha bahan bakar minyak (BBM) dan kimia dasar.
"Belanja modal akan digunakan untuk pengembangan usaha bersama dengan British Petroleum (BP) yang saat ini juga sudah dikembangkan dalam bentuk dealer. Sisanya akan digunakan untuk infrastruktur logistik," kata dia.
Pada tahun ini, perseroan juga akan mengoperasikan depo avtur baru. Depo ini diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan volume BBM, meskipun masih kecil persentasenya.
Dengan adanya belanja modal ini, volume perdagangan BBM perseroan bisa bertumbuh 10-12% tahun ini. Pada 2020, AKR berhasil mencapai volume BBM sebesar 2,3 juta KL.
Peningkatan volume perdagangan ini ditopang oleh bertambahnya pelanggan di sektor smelter, perkebunan sawit, bunker service, serta pabrikan, seiring dengan membaiknya perekonomian.
"Segmen ritel juga akan bertumbuh seiring dengan semakin dikenalnya brand BP dan bertambahnya jumlah gerai BP," terang dia.
Selain bisnis perdagangan BBM, perseroan juga berencana meningkatkan bisnis dari kawasan industri. Bahkan, AKR menargetkan porsi laba dari JIIPE yang merupakan kawasan industri besutan AKR Corporindo bisa mencapai 22% pada 2023.
Suresh mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bruto rata-rata 13-15% dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan atau hingga 2023. Hal ini bisa dicapai dengan mengandalkan tiga segmen bisnis, yakni bisnis perdagangan dan distribusi, kawasan industri dan lainnya.
"Untuk bisnis kawasan industri, porsinya akan diperbesar menjadi 22% dari 7% pada September 2020. Sementara perdagangan dan distribusi akan berkurang porsinya dari 85% menjadi 70%," terang dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




