Sandiaga Uno: Bangsa Maju kalau Kaum Milenial Tidak Mager
Rabu, 7 April 2021 | 12:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kemerdekaan finansial saat ini menjadi wacana yang sering terdengar dan dikejar oleh generasi milenial. Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ada tiga kunci mencapai kemerdekaan finansial bagi anak-anak muda, salah satunya kaum milenial mau terus bergerak atau tidak mager (malas) dan tidak autorebahan.
"Bangsa ini maju kalau kaum muda, milenial, tidak mager, tidak autorebahan, justru menjadi agen perubahan," ujar Sandiaga dalam acara Next Gen Summit 2021 yang digelar Beritasatu Media Holdings 2021, Rabu (7/4/2021).
Sandiaga, yang juga pengusaha, mengatakan kemerdekaan finansial harus dibangun sejak muda dengan memiliki entrepreneurship mindset (pola pikir wirausaha). Selain mau terus bergerak, Sandiaga mengatakan dua kunci lainnya untuk mencapai kemerdekaan finansial adalah kaum muda tidak pernah berhenti berinovasi dan harus berani mengambil risiko (risk taking).
"Kalau mau merdeka finansial, kita harus mampu memastikan bahwa kita bukan bekerja untuk finance, tapi finance bekerja untuk kita," kata Sandiaga yang menjadi pembicara kunci dalam Next Gen Summit hari kedua tersebut.
Sandiaga mengatakan lawan kata mager adalah proaktif, artinya anak-anak muda harus mau terus bergerak dan meyakini bahwa keberuntungan akan didapatkan kepada orang-orang yang terus berjuang. Dia menambahkan kemerdekaan finansial bisa dicapai jika seseorang mampu menciptakan sumber penghasilan yang stabil atau investasi aktif jangka panjang.
"Risk taking artinya kesuksesan tidak dicapai dengan mengambil yang aman-aman saja, tapi harus memiliki daya juang. Mau sukses ya harus berani gagal," ujarnya.
Sandiaga mengaku pernah mengalami kegagalan saat krisis melanda tahun 2007 sehingga menyebabkan dirinya dipecat. Namun, dia berusaha menjadikan situasi itu sebagai peluang untuk membangun usaha kecil-kecilan sebagai konsultan keuangan.
Sandiaga mengisahkan usahanya sempat mengalami jatuh bangun dimulai dari hanya tiga karyawan. Setelah 20 tahun, perusahaannya berhasil memiliki status sebagai perusahaan investasi yang aktif di Asia Tenggara, bahkan berhasil mempekerjakan 30.000 karyawan.
"Mau menjadi orang yang punya kemerdekaan finansial harus berani untuk tergelincir, karena kegagalan adalah anak tangga untuk menuju kesuksesan finansial," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




