CEO Indonesia Harus Bersatu Gerakkan Pariwisata
Sabtu, 10 April 2021 | 10:45 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Chief Executive Officer (CEO) atau pemegang keputusan langsung di sektor pariwisata perlu bersatu menggerakkan industri yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air.
CEO Dafam Hotel Management (DHM) Andhy Irawan dalam webinar HAM Series jilid 3 dari Hotel Dafam Fortuna Malioboro, Yogyakarta pada Jumat (9/4/2021) mengatakan DHM mencari partner CEO yang berkomitmen menggerakkan pariwisata Indonesia. "Saya memiliki formulasi untuk mendatangkan wisatawan luar negeri hanya dengan biaya US$ 10 dan Rp 10.000 untuk menggerakan wisatawan nusantara ke seluruh Indonesia," ungkap CEO DHM dalam konferensi pers secara daring seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Sabtu (10/4/2021).
Formulasi ini tambah Andhy Irawan, harus didukung komitmen para CEO di industri pariwisata lain seperti transportasi hingga pemerintah daerah dan pemerintah pusat. "Saya siap duduk bareng dengan CEO lain untuk MoU menggerakkan pariwisata Indonesia. Untuk akomodasi dari seluruh jaringan hotel DHM yang ada di Indonesia siap mengeksekusi program ini," tegasnya.
Menurut pandangan Andhy, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) telah melakukan upaya tepat. Namun, masih kurang maksimal dan perlu akselerasi lebih kencang lagi.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan pariwisata harus diintensifkan dengan sektor swasta agar ekosistem pariwisata cepat bergerak ke arah lebih baik dan program menggerakkan pariwisata ke seluruh destinasi di Indonesia dengan biaya murah dapat direalisasikan.
"Sebagai contoh DHM sendiri telah beberapa kali sukses membuat program menginap murah. Paling terbaru, jaringan DHM memberikan harga menginap Rp 10.000 per malam untuk tenaga kerja kesehatan yang menangani Covid-19," urainya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




