Didukung Insentif, Peningkatan Sektor Properti Mulai Tampak
Sabtu, 10 April 2021 | 12:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menjadi tantangan pelaku usaha properti. Pasalnya sepanjang tahun lalu, sektor ini mengalami penurunan cukup dalam. Namun para pelaku pasar optimistis bahwa bisnis properti di Indonesia akan bangkit di tahun ini.
President Director PT Teguh Bina Karya Juanto Salim mengatakan, membaiknya penanganan pandemi dan vaksinasi Covid-19 akan mendorong masyarakat untuk kembali produktif. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan sektor properti di tahun ini. "Selama pandemi, pola hidup masyarakat banyak mengalami perubahan. Untuk meminimalisir penularan Covid-19, banyak orang harus tetap tinggal dan beraktivitas dari rumah. Namun dengan adanya vaksinasi, ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor properti," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4/2021).
Juanto optimistis permintaan hunian akan kembali meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat. Tumbuhnya pasar properti di tahun ini juga tidak lepas dari peran pemerintah yang terus memberikan stimulus dan insentif bagi sektor properti. Salah satunya adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate.
Selain itu, Kementerian Keuangan mengeluarkan gratis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan jumlah pajak yang ditanggung pemerintah sebesar 100% untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar per unit. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun baru siap huni. "Kami optimistis kebijakan yang dikeluarkan ini akan menggairahkan industri properti. Ini kan bagaimana pemerintah mendorong supaya orang-orang mau berinvestasi," kata Juanto.
Dia mengatakan, meskipun tidak bisa ikut berpartisipasi dalam kebijakan tersebut karena masih dalam proses pembangunan, namun The MAJ Residences Bekasi yang dikembangkan oleh Teguh Bina Karya telah menyiapkan insentif khusus bagi para konsumennya sebagai bentuk dukungan terhadap stimulus yang diberikan oleh pemerintah. "Sekarang proyek kami masih dalam tahap pembangunan, masih pengerjaan bor piling. Tapi, kita tetap dukung penuh kebijakan pemerintah ini. Untuk itu, kita ada insentif dan penawaran khusus bagi setiap konsumen yang membeli unit di The MAJ Residences Bekasi," ungkap Juanto.
Director Leopalace21 Indonesia Danny Sedjati menambahkan, menyambut sinyal pertumbuhan sektor properti dengan segala stimulus dan insentif yang diberikan, pihaknya mengaku terkejut atas antusiasme calon pembeli, baik dari Jakarta dan sekitarnya, maupun dari daerah seperti Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera melalui berbagai media daring atas proyek The MAJ Residences Bekasi.
Dengan berbagai pembatasan, pelaku pasar properti harus selalu berinovasi untuk memperkenalkan dan memasarkan proyeknya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media daring.
Dalam beberapa waktu belakangan, perseroan telah menyiasati penjualan secara online melalui fitur virtual tour yang dapat diakses melalui akun instagram The MAJ Residences Bekasi. Selain itu, perseroan juga selalu melaporkan update progress pembangunan proyek dan kerap memberikan edukasi online kepada para konsumen dan calon konsumen yang diunggah melalui akun instagram dan kanal youtube The MAJ Residences Bekasi.
Diketahui, PT Teguh Bina Karya, pada Agustus 2020 lalu baru saja melakukan kegiatan groundbreaking proyek The MAJ Residences Bekasi, yang merupakan hasil kolaborasi antara The MAJ Group dengan perusahaan properti asal Jepang Leopalace21 dan PT Central Graha Sejahtera.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




