ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pentingnya Jaga Imunitas Saat Ramadan

Kamis, 15 April 2021 | 16:36 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania bersama Chief Business Development and R&D PT Deltomed Laboratories,  Victor S. Ringoringo dalam acara virtual Kamis 15 April 2021.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania bersama Chief Business Development and R&D PT Deltomed Laboratories, Victor S. Ringoringo dalam acara virtual Kamis 15 April 2021. (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Selama berpuasa, kekebalan tubuh seseorang dapat menurun akibat berkurangnya asupan nutrisi dan dehidrasi. Agar ibadah puasa berjalan dengan lancar, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

"Komposisi menu sahur dan berbuka yang baik adalah mengandung karbohidrat, protein dan lemak," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania dalam peluncuran Antangin Habbatussauda secara virtual Kamis (15/4/2021).

Selain itu kata dia, nutrisi disesuaikan dengan angka kecukupan gizi (AKG) masing-masing. "Jangan lupa konsumsi banyak sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat harian," kata dia.

Lebih lanjut Inggrid memaparkan konsumsi herbal habbatussauda, meniran, dan jahe juga bisa menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan imunitas di bulan Ramadan. Habbatussauda atau jinten hitam sudah dikenal khasiatnya sebagai penyembuh segala penyakit di kalangan umat muslim. Habbatussauda kaya nutrisi antara lain karbohidrat, protein, lemak serta vitamin A, B1, B6, C dan E. "Habbatussauda termasuk dalam kelompok imunostimulan fitogenik dengan kandungan thymoquinone yang berfungsi membentuk dan memperkuat sistem kekebalan tubuh," kata dia.

ADVERTISEMENT

Sementara meniran adalah herbal yang tumbuh liar dan sering ditemui di alam bebas. Meski begitu, meniran sangat populer sebagai obat herbal karena kandungan zat aktif phyllanthin dan flavonoid yang berfungsi sebagai imunostimulan atau mengoptimalkan fungsi pertahanan tubuh. Adapun jahe mengandung nutrisi yang cukup lengkap yaitu magnesium, vitamin C dan B6, fosfor, tembaga, besi dan kalsium. "Minyak atsiri yang terdapat dalam jahe memberikan sensasi hangat ke seluruh tubuh, serta efektif meredakan masuk angin," tutur dr. Inggrid.

Selain konsumsi herbal dan makanan bernutrisi tinggi, masyarakat juga dianjurkan untuk perbanyak minum air putih, tidur cukup, olahraga teratur, kurangi konsumsi gula berlebih, serta kelola stres agar daya tahan tubuh tetap terpelihara.

Chief Business Development and R&D PT Deltomed Laboratories, Victor S. Ringoringo mengatakan, kehadiran Antangin Habbatussauda merupakan bentuk komitmen Deltomed dalam mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh masyarakat di bulan suci Ramadan. Antangin Habbatussauda yang dapat dikonsumsi anak, dewasa dan lansia ini mengandung 100% herbal habbatussauda, meniran dan jahe yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi masuk angin. "Antangin Habbatussauda juga telah mendapatkan Izin Edar dari Badan POM, serta telah memperoleh sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia," kata dia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon