CCI Komitmen Dukung Pertumbuhan Bisnis Garmen di Indonesia
Senin, 26 April 2021 | 14:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perwakilan Cotton Council International (CCI) di Indonesia, Anh Dung (Andy) Do, mengatakan, CCI berkomitmen terus mendukung pertumbuhan bisnis dan industri garmen, baik secara global maupun di Indonesia.
"Sebagai bentuk dukungan untuk para pemain industri garmen ini, industri kapas AS telah meluncurkan US Cotton Trust Protocol untuk membawa pengukuran yang dapat diukur dan diverifikasi terhadap produksi kapas yang berkelanjutan dan mendorong peningkatan dalam metrik utama yang berkelanjutan," kata Andy Do, dalam keterangan persnya, Senin (26/4/2021).
Andy Do menjelaskan, CCI di bawah National Cotton Council of America (NCC), merupakan organisasi nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dan produk kapas yang diproduksi di seluruh dunia dengan merek dagang Cotton USA. CCI memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman dalam mempromosikan serat kapas dan produk kapas AS untuk diperdagangkan.
"CCI bekerja dengan pabrik pemintalan, produsen kain dan garmen, merek, pengecer, organisasi tekstil, pemerintah, dan USDA untuk memfasilitasi penggunaan kapas AS. CCI saat ini telah menjangkau lebih dari 50 negara melalui 20 kantor di seluruh dunia, termasuk Indonesia," jelasnya.
Menurut Andy Do, dengan bergabung dalam US Cotton Trust Protocol, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang berkualitas dan diproduksi secara berkelanjutan, dan bahwa rantai pasokan dari lapangan ke pabrik bebas dari risiko lingkungan dan sosial.
"Di sisi lain, sejalan dengan UN Sustainable Development Goals, US Cotton Trust Protocol juga membawa pengukuran yang dapat diverifikasi untuk produksi kapas yang berkelanjutan," imbuhnya.
Selain itu, kata Andy Do, CCI terus berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan bagi para pemain industri garmen global serta pelanggan sebagai bagian dari Cotton USA Solutions, lima program pengembangan bisnis untuk meningkatkan keahlian sudah diberikan pada lebih dari 1.500 pabrik di 50 pabrik negara.
"Lima solusi dari CCI siap untuk diterapkan gratis untuk pemegang lisensi Cotton USA dan anggota US Cotton Trust Protocol. Di sisi lain, pemegang lisensi juga dapat menggunakan lisensi Cotton USA untuk mempromosikan produk kapas AS di seluruh rantai pasokan dan di ritel. Agar memenuhi syarat untuk mendapatkan lisensi, produk harus mengandung lebih dari 50% kapas AS," tegasnya.
Andy Do menambahkan, semua inisiatif dan program ini bertujuan untuk membantu dan mendukung pengusaha lokal di industri di Indonesia dalam mengembangkan usahanya, terutama di tengah pandemi Covid-19.
"Pemahaman yang baik tentang pentingnya penggunaan kapas berkualitas tentunya juga akan membantu pengusaha lokal dalam melakukan penyesuaian pada bisnis mereka dan mengikuti tren yang berubah agar tetap relevan dengan permintaan pasar," kata Andy Do.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




