AKR Bagi Sisa Dividen Rp 296,05 Miliar
Selasa, 4 Mei 2021 | 17:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten distribusi BBM dan bahan kimia PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berencana membagikan sisa dividen sebesar Rp 296,05 miliar pada 28 Mei 2021. Dividen tersebut merupakan bagian dari total dividen tunai sebesar Rp 493,42 miliar.
Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menjelaskan, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 April 2021, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 493,42 miliar. Dividen tersebut adalah 53,34% dari total laba perseroan pada 2020. Sebelumnya pada 24 Juli 2020, perseroan sudah membagikan dividen interim sebesar Rp 197,37 miliar. Dividen tersebut adalah 50 per saham dengan jumlah saham yang beredar mencapai 3,94 miliar saham. "Sehingga dividen final yang masih akan dibayarkan pada 28 Mei 2021 adalah Rp 296,05 miliar atau Rp 75 per saham," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (4/5/2021).
Sementara hingga kuartal I 2021, AKR mencatat pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 58% menjadi Rp 380 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar Rp 241 miliar. Sedangkan posisi laba untuk pemilik entitas induk naik 34% menjadi Rp 305 miliar, pada periode yang sama tahun lalu tercatat hanya Rp 228 miliar.
Haryanto menyatakan, pencapaian laba pada kuartal I 2021 merupakan keberlanjutan kinerja kuat dan konsisten yang telah dicapai selama beberapa kuartal terakhir. Hal ini ditopang jaringan infrastruktur supply chain yang tersebar di seluruh Indonesia dan didukung oleh platform informasi teknologi (IT) yang memudahkan dalam pengiriman produk secara efisien dan tanpa gangguan. "Marjin profitabilitas kami menunjukkan tren peningkatan dengan marjin laba usaha mencapai 9% pada kuartal I 2021 dibandingkan 5,3% pada kuartal I 2020. Margin laba neto telah meningkat menjadi 7,4% dibandingkan 3,8% pada kuartal I-2020," ujar dia.
Selama kuartal I 2021, AKR telah melihat momentum pemulihan ekonomi yang tampak pada bisnis distribusi bahan kimia dan BBM ritel yang mendapatkan dampak positif dari pemulihan ini. Sementara Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) semakin meningkatkan kontribusinya terhadap laba dengan penjualan tanah seluas 14,1 hektere (ha). "Dengan status KEK yang diharapkan dapat segera disetujui oleh Presiden Jokowi, kami mengharapkan penjualan tanah JIIPE yang konsisten di masa mendatang. Usaha patungan baru kami dalam bisnis BBM dan kimia terus menunjukkan kemajuan substansial dalam perkembangan pasar yang akan mendukung profitabilitas kami di masa depan," urainya.
Ke depan, perseroan semakin optimistis kinerja membaik pada 2021. Menurut Haryanto, peningkatan pertumbuhan PDB dan operasi pertambangan skala penuh setelah hujan dan banjir di Kalimantan akan meningkatkan permintaan produk yang didistribusikan. "Neraca kami sangat kuat, terdiri dari sebagian besar aset pendapatan. Hal ini membantu kami dalam mendanai rencana pertumbuhan sambil mempertahankan rasio pembayaran dividen yang tinggi secara konsisten di atas 50%," papar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




