Kemkeu Ungkap Sejumlah PR untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 7%
Kamis, 6 Mei 2021 | 16:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengakui masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi kuartal II agar masuk zona positif di kisaran 7%-8%.
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II, pemerintah perlu menggenjot realisasi belanja Kementerian Lembaga (K/L) dan mempercepat serapan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). "Pekerjaan rumah (PR) di kuartal II, kami akan terus mendorong percepatan belanja negara tidak hanya PEN, tapi belanja K/L," tegasnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB), Kamis (6/5/2021).
Untuk mendorong akselerasi belanja K/L, ia memastikan Kemkeu akan terus memonit dan berkoordinasi untuk mengidentifikasi K/L yang penyerapannya masih rendah, termasuk kendalanya. Sementara jika ada K/L tidak bisa mempercepat realisasi belanjanya, maka anggarannya dialokasi pada program-program yang lebih tepat sasaran dan sesuai prioritas pemerintah. "Jika kendala masalah dokumentasi dan administrasi dapat kita selesaikan untuk mempercepat belanja di kuartal II," tegasnya.
Dengan demikian, ia berharap langkah pemerintah mempercepat belanja dapat berimplikasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II. Meski pemerintah mendorong penyerapan belanja di kuartal II, bukan berarti pemerintah mengabaikan efektivitasnya. "Yang lebih penting efektif dan efisien, maka terus kami monitoring dan evaluasi, mana program KL yang tidak berkaitan. Dan itu bisa kami realokasikan, tapi kalau itu sangat bagus dan dorong perekonomian kita percepat," tegasnya.
Selain itu, Kementerian Keuangan juga meminta pemerintah daerah segera merealisasikan belanjanya untuk memberikan stimulus bagi masyarakat sehingga permintaan dapat meningkat.
Kunta mengatakan beberapa indikator ekonomi periode Januari-Februari sempat melemah. Namun di Maret mulai hijau atau ada tren pemulihan. Artinya ini menunjukkan perekonomian Indonesia sudah sesuai harapan. "Kita melihat indikator-indikator yang menunjukan pemulihan itu terjadi dan kita konsisten dan men-support pemulihan," jelasnya.
Sebagai informasi hingga akhir April 2021, realisasi PEN mencapai Rp 155,63 triliun atau mencapai 22,3% dari pagu sebesar Rp 699,43 triliun. Serapan untuk kesehatan sebesar Rp 21,15 triliun atau 12,1% dari pagu Rp 175,52 triliun, perlindungan sosial terealisasi Rp 49,07 triliun atau 32,7% dari pagu Rp 150,88 triliun, program prioritas terealisasi Rp 18,98 triliun atau 15,3% dari pagu Rp 125,17 triliun.
Sementara realisasi dari program dukungan UMKM dan korporasi adalah Rp 40,23 triliun atau 20,8% dari pagu Rp 191,13 triliun. Selanjutnya, untuk realisasi insentif usaha sebesar Rp 26,20 triliun atau 46,2% dari pagu Rp 56,72 triliun. Untuk perlindungan meliputi program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp 13,72 triliun atau 47,8%, Kartu Sembako sebesar Rp 11,91 triliun atau 26,4%, bantuan sosal tunai (BST) sebesar Rp 11,11 triliun atau 92,6% dan bantuan langsung tunai (BLT) desa sebesar Rp 1,78 triliun atau 12,4%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




