ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Punya Populasi Muslim Terbesar, Literasi Wakaf di Indonesia Masih Rendah

Jumat, 7 Mei 2021 | 14:41 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Pahala Nugraha Mansyuri.
Pahala Nugraha Mansyuri. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri BUMN yang juga Ketua 6 Masyarakat Ekonomi Syariah, Pahala Nugraha Mansury, menyayangkan masih rendahnya literasi wakaf di Indonesia. Padahal populasi muslim di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Berdasarkan data literasi wakaf nasional tahun 2020, nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara nasional mendapatkan skor 50,48.

"Nilai ini masih masuk dalam kategori rendah. Tentunya hal ini kita sayangkan bersama, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia, dan mewakili 12,7% penduduk muslim di seluruh dunia," kata Pahala Nugraha Mansury dalam "Webinar Nasional Wakaf: Era Baru Perwakafan melalui Transformasi Digital dan Penguatan Ekosistem", Jumat (7/5/2021).

Pahala menyampaikan, pada 25 Januari 2021 lalu Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang merupakan transformasi pengelolaan wakaf yang semula ditujukan untuk 3M yaitu masjid, madrasah dan makam.

ADVERTISEMENT

"Program pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan awareness kepada masyarakat tentang besarnya potensi wakaf. Wakaf bukan hanya tanah saja atau properti saja, tetapi juga dapat dikembangkan kepada wakaf-wakaf dalam bentuk lainnya," kata Pahala.

Dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap wakaf, Pahala berharap ke depannya wakaf dapat menjadi salah satu sumber dana yang dapat menggerakkan ekonomi. Wakaf juga diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan sosial.

"BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah tentunya senantiasa akan mendukung gerakan tersebut sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh BUMN yang ada. Dalam hal ini berkomitmen untuk berkontribusi dalam program GNWU melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, kemudian melalui peningkatan akses masyarakat terhadap wakaf melalui platform digital melalui Bank Syariah Indonesia (BSI)," ujar Pahala.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon