Tarif Tol Jembatan Selat Sunda Ditaksir Rp1 Juta
Kamis, 11 Oktober 2012 | 20:37 WIB
Penerimaan tarif tol ditaksir baru sebesar 20-30 persen dari investasi yang dikeluarkan sekitar US$10 miliar.
Tarif ruas tol di jembatan selat sunda (JSS) ditaksir berkisar Rp500.000- Rp1 juta, lebih mahal 1,5 kali tarif kapal ferry Merak-Bakauheuni.
Tarif tersebut dinilai berdasarkan pra-studi kelayakan atau feasibility study yang dilakukan PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS).
"Tarif tol JSS nanti diperkirakan sebanyak 1,5 kali dari tarif kapal ferry yang ada sekarang," ujar Direktur Utama PT GBLS Agung R Prabowo saat Diskusi Panel Jembatan Selat Sunda: Karya Anak Bangsa dan Peluang Pembangunan antar-Pulau di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/10).
Adapun tarif angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni yang diberlakukan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Utama Merak, untuk golongan V sebesar Rp332.520, golongan VI Rp479.595, golongan VII Rp679.490, dan golongan VIII Rp1.012.230. Sementara untuk golongan baru, yaitu golongan IX rencananya diberikan tarif Rp2.350.000
Tarif tol tersebut, sambungnya, belum bisa mengembalikan investasi pembangunan JSS yang ditaksir sebesar US$10 miliar atau setara Rp100 triliun ditambah sekitar 1 persen biaya operasional. Penerimaan tarif tol ditaksir baru sebesar 20-30 persen dari investasi yang dikeluarkan. "Jadi, memang belum bisa mengembalikan investasi," ujar dia.
Kendati demikian, Agung mengusulkan agar kawasan industri yang beroperasi di sekitar Selat Sunda nantinya membentuk konsesi yang bisa menyubsidi kekurangan pengembalian investasi. Namun, hal itu juga dibutuhkan dukungan pemerintah sebagai bentuk jaminan.
Di tempat yang sama, Kepala Eksekutif Sekretariat Pembangunan Kawasan Strategis Selat Sunda Herry TZ menambahkan, pemerintah bisa saja memberikan bantuan pembiayaan pembangunan JSS tersebut lantaran kebutuhannya besar.
Pemberian bantuan itu bisa berupa viability gap funding (VGF) yang dinilai bisa juga menurunkan tarif tol JSS. "Ini memungkinkan karena ini juga untuk masyarakat," papar dia.
Tarif ruas tol di jembatan selat sunda (JSS) ditaksir berkisar Rp500.000- Rp1 juta, lebih mahal 1,5 kali tarif kapal ferry Merak-Bakauheuni.
Tarif tersebut dinilai berdasarkan pra-studi kelayakan atau feasibility study yang dilakukan PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS).
"Tarif tol JSS nanti diperkirakan sebanyak 1,5 kali dari tarif kapal ferry yang ada sekarang," ujar Direktur Utama PT GBLS Agung R Prabowo saat Diskusi Panel Jembatan Selat Sunda: Karya Anak Bangsa dan Peluang Pembangunan antar-Pulau di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/10).
Adapun tarif angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni yang diberlakukan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Utama Merak, untuk golongan V sebesar Rp332.520, golongan VI Rp479.595, golongan VII Rp679.490, dan golongan VIII Rp1.012.230. Sementara untuk golongan baru, yaitu golongan IX rencananya diberikan tarif Rp2.350.000
Tarif tol tersebut, sambungnya, belum bisa mengembalikan investasi pembangunan JSS yang ditaksir sebesar US$10 miliar atau setara Rp100 triliun ditambah sekitar 1 persen biaya operasional. Penerimaan tarif tol ditaksir baru sebesar 20-30 persen dari investasi yang dikeluarkan. "Jadi, memang belum bisa mengembalikan investasi," ujar dia.
Kendati demikian, Agung mengusulkan agar kawasan industri yang beroperasi di sekitar Selat Sunda nantinya membentuk konsesi yang bisa menyubsidi kekurangan pengembalian investasi. Namun, hal itu juga dibutuhkan dukungan pemerintah sebagai bentuk jaminan.
Di tempat yang sama, Kepala Eksekutif Sekretariat Pembangunan Kawasan Strategis Selat Sunda Herry TZ menambahkan, pemerintah bisa saja memberikan bantuan pembiayaan pembangunan JSS tersebut lantaran kebutuhannya besar.
Pemberian bantuan itu bisa berupa viability gap funding (VGF) yang dinilai bisa juga menurunkan tarif tol JSS. "Ini memungkinkan karena ini juga untuk masyarakat," papar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




