ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua Umum Kadin Ungkap Awal Munculnya Ide Vaksinasi Gotong Royong

Selasa, 18 Mei 2021 | 11:28 WIB
LT
NL
JM
Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani berbincang dengan Presiden Jokowi seusai vaksinasi di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1/2021).
Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani berbincang dengan Presiden Jokowi seusai vaksinasi di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1/2021). (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksanaan vaksinasi gotong royong atau mandiri yang mulai dilakukan perdana hari ini, Selasa (18/5/2021), telah mendapatkan antusiasme tinggi dari dunia usaha. Vaksinasi gotong royong untuk mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 yang dapat memutus mata rantai penularan pandemi di Tanah Air.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menceritakan awal munculnya inisiatif pemberian vaksinasi gotong royong untuk mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Ini awalnya, bulan Januari, saya bertemu dengan bapak presiden. Bicara bagaimana bapak presiden ingin mempercepat herd immunity. Timbullah ide untuk vaksin mandiri, yang namanya menjadi vaksin gotong royong," kata Rosan Perkasa Roeslani di lokasi pelaksanaan vaksinasi gotong royong, Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

Ternyata ide vaksinasi gotong royong mendapat respons positif dan antusiasme tinggi, tidak hanya dari para menteri, tetapi juga dari dunia usaha. Terbukti dari begitu banyaknya perusahaan yang sudah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi gotong royong. Sudah ada sebayak 22.736 perusahaan dan 10 juta pekerja yang mendaftarkan dalam program ini.

ADVERTISEMENT

"Antusiasmenya luar biasa. Kalau kita lihat animonya besar. Memang sekarang sudah ada 22.736 perusahaan. Biasanya kalau ini sudah mulai berjalan, kalau mereka lihat hasilnya, maka akan banyak lagi perusahaan akan ikut. Saya melihat angkanya akan bertambah secara signifikan," jelas Rosan Perkasa Roeslani.

Kadin dan dunia usaha mengharapkan program vaksinasi gotong royong ini akan berjalan dengan cepat. Karena program ini merupakan salah satu faktor dominan yang akan memberikan dampak positif untuk sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

"Jadi dampaknya sangat besar, bagi dunia dunia usaha dan bagi kami. Saya melihat ini akan lebih banyak lagi perusahaan mendaftar atau registrasi di kami. Akan lebih banyak lagi. Dan kalau boleh tidak hanya pegawainya saja, tidak hanya keluarganya saja, tapi juga masyarakat sekitar operasional untuk mendapatkan vaksinasi yang mereka berikan secara gratis. Jadi animonya sangat luar biasa," papar Rosan Perkasa Roeslani.

Di tempat yang sama, Direktur PT Unilever TBK Ira Noviarti mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi gotong royong yang dilakukan dunia usaha atau sektor swasta merupakan pertama dilakukan di Indonesia, bahkan dunia.

Seperti di kalangan PT Unilever Tbk saja, lanjut Ira, secara global, pelaksanaan vaksinasi gotong royong merupakan pertama.

"Inisiatif yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menggandeng perusahaan swasta ini merupakan pelopor di Indonesia. Kalau saya lihat secara global, program vaksinasi gotong royong ini baru pertama kali di Indonesia. Bahkan di Unilever secara global, ini baru pertama kali dimulai," ujar Ira Noviarti.

Ira mengungkapkan vaksinasi secara gotong royong merupakan Langkah besar untuk mempercepat herd immunity. Karena itu, ia sangat bersyukur Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menghadiri secara langsung pelaksanaan vaksinasi gotong royong perdana ini.

"Saya bersyukur, hari ini kita bisa memulai vaksin gotong royong, Unilever bersama dengan 18 perusahaan bisa memulai vaksinasi gotong royong. Juga bersyukur bapak presiden bisa datang ke acara ini. Program pemerintah ini kita harapkan bisa mempercepat herd immunity," jelas Ira Noviarti.

Di Unilever sendiri, vaksinasi gotong royong perdana diberikan kepada pada 320 karyawan. Kemudian tahap selanjutnya, perusahaan ini akan memvaksinasi sekitar 10.000 karyawan beserta keluarganya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon