ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS: Ekspor April 2021 Tertinggi Sejak Agustus 2011

Kamis, 20 Mei 2021 | 13:03 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor.
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Pada April 2021, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 18,48 miliar, meningkat 0,69% dibanding ekspor Maret 2021 yang sebesar US$ 18,35 miliar (month-to-month/mtm). Bahkan jika dibandingkan dengan April 2020 yang sebesar US$ 12,16 miliar, peningkatannya mencapai 51,94% (year-on-year/yoy).

"Nilai ekspor April 2021 yang sebesar US$ 18,48 miliar ini adalah tertinggi sejak bulan Agustus 2011. Pada Agustus 2011 nilai ekpsornya mencapai US$ 18,64 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam pemaparan neraca perdagangan April 2021, Kamis (20/5/2021).

Untuk ekspor nonmigas pada April 2021 mencapai US$ 17,52 miliar, naik 0,44% dibandingkan Maret 2021. Sedangkan ekspor migas sebesar US$0,96 miliar atau naik 5,54%. Jika dibandingkan dengan April 2020, ekspor nonmigas naik 51,08% dan ekspor migas naik 69,60%.

Suhariyanto menambahkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2021 terhadap Maret 2021 terjadi pada besi dan baja sebesar US$ 246,2 juta atau 17,50%. Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah logam mulia, perhiasan/ permata US$ 117,2 juta (39,47%); bijih, terak, dan abu logam US$ 108,2 juta (26,55%); timah dan barang daripadanya US$ 47,5 juta (31,48%); serta mesin dan perlengkapan elektrik US$ 31,2 juta (3,21%). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati US$ 398,3 juta atau 13,81%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu untuk impor, pada April 2021 mencapai US$ 16,29 miliar, turun 2,96% dibandingkan Maret 2021 yang sebesar US$ 16,79 miliar (month-to-month/mtm). Penurunan impor ini terjadi hampir di seluruh penggunaan barang, antara lain impor bahan baku/penolong turun 3,63%, dan impor barang modal turun 9,05%. Namun khusus untuk impor barang konsumsi, terjadi kenaikan 12,89% dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kenaikan impor barang konsumsi ini didorong oleh naiknya impor barang komoditas yang dibutuhkan untuk menghadapi Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," kata Suhariyanto.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon