ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kempupera Dukung Kota Mandiri Tukang Indonesia di Bogor

Jumat, 21 Mei 2021 | 16:53 WIB
M
FH
Penulis: Muzakir | Editor: FER
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan penjajakan terkait rencana pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan penjajakan terkait rencana pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan penjajakan terkait rencana pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Rencana tersebut tercuat dalam pertemuan antara Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, PPDPP dan Setditjen Perumahan Kempupera dengan perwakilan Pengurus Bedeng Pusat Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia Dewan Pertukangan Nasional (PBP DPN Perkasa) yang dilaksanakan di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jum'at (21/5/2021).

Direktur RUK Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera, Fitrah Nur menyatakan, rencana pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia secara tidak langsung akan membantu meningkatkan pembangunan hunian untuk masyarakat khususnya Program Sejuta Rumah (PSR) secara nasional.

"Direktorat RUK akan berkoordinasi dengan PPDPP dan DPN Perkasa untuk menilai sejauh mana kesiapan lokasi pembangunan serta informasi lebih detil mengenai target calon penerima bantuan perumahan dari Kempupera," ujar Fitrah Nur.

ADVERTISEMENT

Fitrah mengatakan, salah satu upaya Kempupera untuk mendukung pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia adalah insentif kepada pengembang berupa bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU). "Namun demikian, untuk penyalurannya harus memenuhi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Fitrah Nur menambahkan, adanya sinergi program perumahan antara Kempupera dengan DPN Perkasa diharapkan bisa meningkatkan sinergi perumahan bagi MBR dan menambah nilai pelaksanaan PSR.

"Untuk bantuan PSU setidaknya disalurkan apabila sudah ada sekitar 30% rumah terbangun. Bantuan yang dapat diberikan antara lain jalan lingkungan, saluran air, serta tempat penampungan sampah terpadu. Para tukang yang mendapatkan bantuan juga harus memenuhi syarat perbankan jika ingin mendapatkan bantuan pembiayaan rumah bersubsidi," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertukangan Nasional, M Kuswandi menerangkan, DPN Tukang Bangunan Indonesia telah menyiapkan lahan seluas 30,1 hektare di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Pihak DPN Tukang Bangunan Indonesia saat ini tengah mengurus proses perizinan lahan ke Pemerintah Daerah setempat.

Lokasi yang disiapkan juga dinilai sangat strategis karena berbatasan langsung dengan pagar pabrik Indocement di Citeureup, Bogor.

"Di atas lahan seluas 30,1 hektare tersebut sesuai KDB di Pemerintah Kabupaten Bogor dapat dibangun sebanyak 3.000 unit rumah. Kami siap mendampingi perwakilan Kempupera apabila ingin melihat langsung kondisi lokasi rencana Kota Mandiri Tukang Indonesia di Bogor," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon