Hingga April, Investor Reksa Dana Naik 38,85%
Senin, 24 Mei 2021 | 13:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Danareksa Investment Management (DIM) menyatakan sejak Januari hingga April 2021 (year to date/ytd) jumlah investor reksa dana yang tercermin dari single investor identification (SID) tumbuh 38,85% mencapai 4,4 juta SID.
"Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam waktu kurang 3 tahun, jumlah investor meningkat 300%," kata Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (24/5/2021).
Menurut Marsangap, tren perkembangan jumlah investor ritel yang meningkat dalam 3 tahun terakhir serta dinamika makro ekonomi dan pasar modal sepanjang tahun 2021, menunjukkan reksa dana berpotensi menjadi salah satu alternatif investasi. "DIM menyambut perkembangan ini. Kami meyakini pertumbuhan investor domestik sebagai salah satu penopang kenaikan investasi jangka panjang," kata Marsangap.
Menurut Marsangap, reksa dana dengan berbagai karakteristiknya dipandang sesuai dalam berbagai iklim investasi. Bahkan dalam kondisi pandemi Covid-19, investor masih mencari reksa dana. Setahun belakangan, pertumbuhan unit penyertaan terdorong reksa dana pasar uang berbasis suku bunga yang dana kelolaannya tumbuh 50%. Seiring pemulihan ekonomi, investor melakukan penyeimbangan portofolio. Era suku bunga rendah akan mendorong investor antara lain ke reksa dana pasar saham. "Kami melihat dari sisi investor, likuiditas tetap menjadi salah satu hal menarik," kata dia.
Marsangap mengatakan pada 2021 DIM menargetkan pertumbuhan dana kelolaan reksa dana dari segmen ritel mencapai lebih dari 50% dari posisi tahun sebelumnya. Hal ini seiring strategi perusahaan mengoptimalkan kanal distribusi perbankan maupun financial technology (fintech) untuk menggapai segmen ritel. Keseriusan DIM memandang segmen ini juga diperlihatkan dengan peluncuran aplikasi mobile InvestASIK pada 2019. "Ke depan DIM menekankan penjualan produk reksa dana open end karena akan berdampak baik bagi sustainabilitas dana kelolaan perseroan," kata Marsangap.
Marsangap menyampaikan pada periode Januari-April 2021 (year on year/yoy), dana kelolaan reksa dana DIM tumbuh 25%. Hal ini ditopang dengan pertumbuhan unit penyertaan baik reksa dana berbasis suku bunga maupun berbasis saham dengan total pertumbuhan unit YoY 16%. Sementara reksa dana pasar uang DIM yakni Danareksa Seruni Pasar Uang II mencatat pertumbuhan dana kelolaan ytd di atas Rp1 triliun.
Di satu sisi, terlihat mulai pergerakan reksa dana berbasis saham. Penanganan pandemi merupakan faktor yang akan menggerakan pemulihan ekonomi termasuk kinerja emiten. Dia mengatakan reksa dana berbasis saham DIM memiliki cakupan luas. Salah satunya Reksa Dana Danareksa Mawar yang alokasinya fokus pada investasi emiten saham LQ45. "Pemulihan ekonomi akan diiringi perbaikan kinerja emiten berkapitalisasi besar. Likuiditas tinggi atas emiten berkapitalisasi besar menjadi daya tarik utama reksa dana ini," tambah Marsangap.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




